Haggai Training Leadership

A.    Kisah Informasi Awal Haggai

“Pa Darwin apakah Anda baru sekali ini keluar negeri mengikuti acara2 nasrani seperti ini?”, tanya seorang hamba Tuhan kepada saya, manakala saya menjadi peserta Amsterdam 2000.

“Ya” jawab saya kepada hamba Tuhan tersebut, saya katakan ya dengan bangga oleh karena saya sungguh berbahagia dapat menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Seminar Amsterdam 2000 yang disponsori oleh Billy Graham Assoc.  Seminar ini berlangsung selama 2 minggu.

“Kalau gitu kamu harus ikut training di Haggai!”, timpal hamba Tuhan tersebut.

“Ha..? apa itu Haggai, saya belum pernah tahu sama sekali apa itu Haggai”, kata saya kepada sahabat hamba Tuhan tersebut.  Hamba Tuhan tersebut kembali menegaskan kepada saya bahwa saya harus ikut pernah training kembali di luar negeri sama seperti ketika itu saya keluar negeri mengikuti  Amsterdam 2000.

 

Percakapan ini berlangsung tahun 2000.  Saya anggap dialog saya dengan sahabat Tuhan tersebut adalah dialog ringan karena saat itu saya buta dengan informasi tentang Haggai dan internet pada tahun 2000 masih sangat belum populer.  Selama 13 tahun berlalu sampai dengan tahun 2013 dan saya tidak ada sedikitpun pemikiran tentang Haggai.  Lalu kemudian di akhir tahun 2013, tiba tiba saya diingatkan kembali oleh dialog yg terjadi di Amsterdam 2000.  Sudah 13 tahun benih “Haggai” tertanam dalam pikiran saya.   Ternyata benih “Haggai” tersimpan apik dalam sebuah rungan tempat di iman saya.  Kemudian  suatu hari di akhir tahun 2013 saya melacak via internet kata kunci Haggai dst di Google, dan sampailah pada web site Haggai Institute, oh…. ini rupanya yang dimaksud oleh hamba Tuhan tersebut tentang Haggai.  Maka dimulailah proses aplikasi minat saya untuk menjadi salah satu peserta training di Haggai.

 

Untuk segala sesuatu ada waktunya, demikian tertulis dalam Alkitab di Pengkotbah.  Puji Tuhan saya menjadi peserta training Leadership di Haggai Institute, periode 25 April – 25 Mei 2014.  Menjadi peserta di Haggai bukanlah sebuah kebetulan.  Semua peserta training adalah God-chosen people.   Ada beberapa hal agar bisa ikut training Haggai, diantaranya (1) mempunyai passion atau semangat dalam PI, (2) lulus seleksi (3) punya waktu cuti dari tugas selama satu bulan (4) bisa berangkat pada jadwal yg ditentukan Haggai (5) Mampu memberikan kontribusi.  Kurang salah satu dari syarat tersebut, bisa kita tidak jadi berangkat.   Ikut training Haggai adalah sebuah KAIROS dari Tuhan, Kairos berarti Tuhan ikut campur dalam waktu kronos kita manusia.

 

B.  Selama training ada banyak wawasan baru yang dibukakan sebagai pemimpin.  Berikut kesan saya setelah ikut leadership training di Haggao Institute

 

The whole 30 days training are the life-changing experiences that make me begin the second phase. Praying in the prayer room alone and with my roommate and with the facilitator (especially with brother Ong) as well as the written-prayer in goal setting was really change my life paradigm in leadership

 

The resources from the facilitator and internet as well as the example given by facilitator to deliver the material during training were inspired me to do leadership better than before.

 

My new paradigm has been set up in my mind that the continues process of leadership is start with the change from within my self, continued to change in my family, and continued by the change in my career or job, and the result will be an effective leader in my ministry.

 

It is not by accident that I was trained in Haggai Institute. I am the God chosen people. This is my KORIOS time, God has intervened in this kronos time to clean my old habit and fill my mind with the new insight. I have the decisions in the form of GOAL SETTING. This goal setting will remind me in the future about my commitment as Haggai Alumni. God has spoken to me through all facilitator that I am the top leader. So I am convincing now that I know what God’s will for me to do for the rest of my life. I know already the answer why God chose me to be trained in Haggai, since God has answered my prayer and end up with I have a peace if I return home.

 

C.   Hasil dari training Kepemimpinan di Haggai adalah disegarkan kembali visi misi saya.

VISI MISI sejak menjadi Alumni Haggai 2014 adalah

 

MY VISION:

 

Indonesian Christian Leaders have an excellent ministry in educational and spiritual life

 

MY PERSONAL MISSION STATEMENT:

To unlock and to optimize the Christian leader’s spirit potential in education and spirit through my writing, training and speaking activities with the wisdom from Holy Spirit

 

GOAL SETTINGS telah dirumuskan dalam bidang: Ministry,  Family, Spiritual,  Intellectual,  Physical, Financial.

 

D.  After Haggai Alumni.

1.  Menerima Kartu alumni  Haggai  hagai alumni_NEW

2.  Aktif dalam kegiatan PI

 

E.  IKUT FACULTY DEVELOPMENT SEMINAR (FDS) 21 – 25 Agustus 2017 di Tangerang Jakarta

 

Selesai mengikuti Haggai Training di Maui, Hawaii 2014 beberapa bulan kemudian saya diundang untuk mengikuti FDS, tetapi pada waktu tersebut saya belum terlampau tertarik untuk masuk lebih dalam dengan menjadi fakulti Haggai Indonesia.  Kamudian tahun 2016 kembali mendapatkan undangan mengikuti FDS, akan tetapi ada halangan yang signifikan sehingga tidak bisa hadir juga saat itu masih ragu untuk ambil bagian menjadi fakulti. Barulah pada tahun 2017 sesudah menerima email untuk ke 3 kalinya, saya baru bergumul apakah penting bagi saya untuk menjadi fakulti?  Saat tersebut tidak ada halangan yang signifikan yang dapat menghalangi saya untuk izin dari kantor, demikian juga semua sudah mendukung.  Akhirnya saya komitmen untuk mengikuti FDS 2017.  Puji Tuhan, tidak menyesal ikut FDS 2017.

 

Hasil dari FDS diringkas sebagai 5 Hukum yang harus saya patri, sebagai berikut:

 

HUKUM I

10 hal penampilan yg harus saya perbaiki sesudah FDS Haggai

 

  1. Posisi badan ketika berdiri diperbaiki: 1 dada tegak, jangan bungkuk. 2  kaki dua lurus.

 

  1. Celana jangan menonjol (model kuno), jangan ada dompet di saku depan. Dasi jgn terlampau pendek.

 

  1. Pergerakan jangan seperti kinestetik tetapi trembel alias gemetar.

 

  1. Fillers seperti eee, hm … ok ok … agar dibuang, Tangan jangan menunjuk-nunjuk kaya dikator.

 

  1. Jangan terlampau banyak sampah dalam power point kita

 

  1. Expresi harus ada, jangan swa fokus

 

  1.  Ketika interaksi kpd peserta jangan sampai ada kesan melecehkan, hati hati dengan bahasa tubuh gerak kepala jangan melecehkan.

 

  1. Jangan pernah melihat ke screen, selalu melihat ke laptop.

 

  1. Pandangan mata menyapu ke seluruh ruangan
  2. Jangan terlampau terikat dengan waktu.

 

HUKUM II

10 Hal yang saya pelajari sesudah FDS kemudian besoknya mendengar Cornelius berbicara

 

  1. Cornelius memulai dengan akhir, Start from the End (sesuai dgn nasihat Stephen Covey), yaitu memulai dengan perintah Amanat Agung. Un/In Indonesia The Great Commision is compulsory.
  2. Cornelius kaya akan power point, slidenya banyak (tidak sedikit) dan kaya variasi gambar.
  3. Cornelius tidak ada filler
  4. Cornelius bicara tegas dan sistematis
  5. Cornelius mendidik pendengar menjadi militan (semi militer)
  6. Cornelius menggunakan bahasa dan kalimat yang pendek pendek dan mampu mempesona pendengar
  7. Cornelius menggunakan data data terbaru sehingga pendengar menjadi percaya
  8. Cornelius menceritakan pengalaman pribadinya yang relevan dengan pendengar
  9. Cornelius mencatat nama nama setiap ada sesi tanya jawab dan menjelaskannya dengan rinci
  10. Cornelius bercerita dengan mengalir sehingga enak didengar, tidak menggurui.

 

 

HUKUM III

5 hal buruk dari Cornelius untuk jangan ditiru

 

  1. Cornelius memberikan sarasehan kebangsaan tanpa solusi
  2. Cornelius banyak menyinggung kaum lain.
  3. Cornelius kurang memberi porsi yang seimbang kelebihan pengajaran Alkitab itu sendiri
  4. Cornelius agak vulgar dalam beberapa kata seperti matikan
  5. Cornelius kurang senyum dan kurang humor.

 

HUKUM IV 

10 Hal yang saya pelajari sesudah FDS Haggai

 

  1. Bila mengajar bernafaslah lewat perut. Tarik nafas, masukkan perut lalu keluarkan pelan pelan sehingga kita tidak capai
  2. Dua menit pertama jangan gugup, ganti DNA dari mesin diesel dengan mesin bensin, bahkan ganti dengan bensin Pertamax. Harus langsung panas.  Kita tidak ada waktu lagi untuk bersantai.
  3. Mami Maimunah menyatu dengan pengajarannya sehingga terlihat relax tanpa beban. Ini karena jam terbang yang sudah lebih dari cukup.
  4. HATI HATI. Hati hati dengan pengajaran kita, jangan sampai melenceng dari Visi. Hati hati dengan penampilan kita (pakaian dll) jangan sampai nampak kusut atau kuno.  Hati hati dengan bahasa tubuh kita, jangan sampai terkesan melecehkan.  Hati hati dengan power point kita, jangan sampai terlampau sedikit atau bahkan terlampau banyak.  Hati hati dengan isi power point kita, jangan terlampau banyak sampah.  HATI HATI
  5. Setiap kata saya harus meaningful (pesan Ika batubara). Harus ada perkataan baru dalam setiap pengajaran dan ucapan kita.  Kata kata baru yang belum pernah didengar oleh orang.
  6. Masih mengajar dengan gaya dosen. Hubungan antara pendahuluan sampai kesimpulan belum ada.  Pendahuluan perkenalan tentang facebook terlampau  panjang (sampah)
  7. Ketika saya cerita visi, Ibu Maimunah belum mendapatkan hubungan antara antara keselamatan dengan visi. Visi harus ada hubungan dgn keselamatan.
  8. Passion dan antusias mengajar harus ada. Passion dan antusiasme.
  9. Bedakan Visi dgn Goal. Keliling Indonesia adalah goal/tujuan.
  10. Hak Paten Haggai adalah a. 7 lingkaran mulai dari inti (Fokus pada kabar baik) sd lapisan terluar.  b.  Mengajar harus Click.. c  Peserta seminar harus mengalami life-changing experience.

 

SOLUSI KEKRISTENAN YG HARUS SAYA PROKLAMASIKAN

BERTUMBUH DALAM KUANTITAS DAN KUALITAS

 

Kuantitas praktiknya misal, punya anak minimal 4.  Anak anak muda harus segera menikah, jangan jomblo

 

Kualitas praktiknya harus bekerja keras sehingga memikilki kecerdasan 10 x lipat di atas rata rata.

 

 

Iklan
  1. akmaluddin
    19 September 2015 pukul 2:42 pm

    sangat membangun apa bila terus dilakukan trainer bagi perkembangan gereja

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: