Beranda > Gereja Methodist > Reportase kegiatan KONTA hari ke dua Jumat 21 Juni 2013

Reportase kegiatan KONTA hari ke dua Jumat 21 Juni 2013

Antri menanti lift adalah pemandangan yg biasa,  “ Saya menunggu 25 menit sampai mendapatkan lift” demikian Pdt Ade Gunawan melaporkan.  Situasi demikian dapat dimaklumi mengingat saat ini sarana lift sedang dalam perbaikan, sehingga hanya mampu memuat 7 orang dari kapasitas maksimal 15 orang.  Tentu saja peserta berharap agar dalam Konag Oktober mendatang, sarana lift sudah selesai diperbaiki.

Masih dalam keadaan semangat Roh dan Kebenaran, Pdt L Manurung memimpin ibadah pagi.  Penyembah yg benar adalah mereka yg menyerahkan dirinya dipimpin oleh Roh.  Dengan tegas beliau berkata, peserta Konta adalah orang terdepan, jangan kita menjadi sumber masalah di gereja.  Hidup keagamaan kita jangan seperti orang Farisi.  Jarang di gereja orang yg mau aktif dlm kegiatan yg tersembunyi, maunya yg tampil di mimbar.  Ketika  kita berkotbah, apakah kita berkotbah mengajar jemaat masuk sorga atau menghalangi jemaat ke sorga, sehingga pelayanan kita tidak menghasilkan buah? Dengan lembut Pdt L Manurung mengingatkan peserta untuk menjaga kesimbangan antara menyembah Tuhan dan menghidupi nilai-nilai penyembahan tsb. Jgn ada dualisme dalam menyembah Tuhan.  Apakah tema ini hanya pergumulan selama Konta?  Pendeta L Manurung  mengajak peserta untuk menghidupi tema FT tsb. Bagi peserta konta, tidak ada lagi menjelek jelekan orang lain, kata-kata yg keluar dari mulut kita kita aplikasikan dalam hidup kita.  Sangat gampang menjelek-jelekan orang lain, ada trend di GMI mendiskusikan hal2 yg tidak perlu didiskusikan, yg pada akhirnya menyudutkan orang lain.. bisa jadi hal ini yg menghambat kemajuan Gereja.  Pdt mengajak peserta mengoreksi diri agar nilai 100 dalam penyembahahn tetapi juga nilai 100 dalam sikap hidup sehari hari. Jangan sampai perjalanan hidup kita berjalan terseok seok, nilai ibadah PA, ibadah Minggu, nilai ibadah class meeting kita lakukan dalam hidup kita sehari hari.   Peserta Konta adalah orang2 pilihan, wujud nyata terletak dlm tanggung jawab kita menjadi penyembah yg benar.

 

Selesai mendengar renungan pagi, peserta bersiap-siap sarapan pagi.  Namun panitia mengingatkan agar makan secukupnya, karena urusan makan dan makanan adalah juga ibadah dan kesaksian kita. Selamat hari kedua ber Kontaria…

 

————————————-

 

Acara hari kedua dimulai dengan pemilihan utusan ke Konag. Utusan Warga yg menjadi peserta Konag kemudian dikonfirmasi calling  oleh Sekretaris Konta, sehingga hanya yg benar- benar ada di ruangan maka warga gereja menjadi utusan Konag.  Ada banyak interupsi dari peserta sehingga banyak memakan waktu sidang yg hanya mengalokasikan 30 menit. Total ada 58 warga gereja yg menjadi utusan ke Konag plus seksi seksi sehingga total ada 61 utusan warga ke Konag.  Jumlah pendeta ada 166 pendeta yg jauh melampaui jumlah utusan warga.   Peserta warga Irwan Kesuma  mengajukan pertanyaan krusial, bahwa sesuai dengan Tatib maka jumlah utusan pendeta harus seimbang dengan jumlah utusan.  Ketua panitia Konta Freddie Chandra mengingatkan bahwa peserta Konag dari wilayah dua agar jangan “ kalah” dengan jumlah peserta Konag dari wilayah satu.  Pa Bishop Amat Tumino mengusulkan untuk mengikuti tradisi memilih setengah jumlah pendeta yaitu 83 pendeta dengan sistem urut kacang, pernyataan ini lalu diprotes oleh warga agar jangan mengikuti tradisi tetapi mengikuti disiplin. Akan tetapi keputusan sidang tetap memilih 83 pendeta sebagai utusan Konag yang kemudian dikonfirmasi dengan absensi calling.  Hanya sayangnya nama nama pendeta yang tidak hadir tidak cepat diketahui oleh semua peserta, sehingga sedikit memperlambat proses pemilihan 83 nama dari seratus lebih nama nama pendeta.

Sesudah berdoa sebelum penulisan di ballot suara, para pendeta mulai mencontreng 83 nama nama yg berhak dipilih sebagai utusan pendeta ke Konag.  Sebagian pendeta nampak mulai membuka buka Panduan Konta untuk mengetahui nama nama pendeta lebih detail sebelum mencontreng nama dalam ballot suara.  Akhirnya pukul 9.30 pagi, meleset 30 menit dari jadwal, sidang di skors. Nama2 peserta utusan pendeta ke Konag dilanjutkan kemudian.  Acara dilanjutkan dengan break rehat kopi, walaupun bunyi pengumuman panita agenda bahwa  Jumat adalah masa puasa.

 

Info Konta: Laporan DS 3, 4, 5, 6

Pdt Ezra Simorangkir menyampaikan laporan distrik 3 dengan menggunakan tayangan Power Point yg sayangnya  dilaporkan dengan miskin foto foto kegiatan.  Banyak kemajuan distrik dilaporkan termasuk perkembangan fisik dan status tanah gereja, kebun kota dan dana bergulir, pelayanan misi ke Kalimantan, Sulawesi, Papua.  Beberapa usulan yg tidak ada dalam laporan tertulis adalah program  M20 untuk meningkatkan pertumbuhan jemaat.  Laporan disampaikan dengan singkat dan sayangnya tidak ada tanggapan.

 

Pdt Sih Budidoyo DS distrik 4, penulis buku “Kesalehan Sosial”, menyampaikan laporan dengan diawali pernyaan Visi Misi GMI wilayah 2 untuk menjadikan banyak murid Kristus.  Tayangan dilengkapi dengan banyak foto foto kegiatan.  Beberapa kegiatan yang menonjol adalah pelatihan guru SM, home industri PWMI, pelatihan lay speaker, seminar kemethodisan, program pembangunan fisik renovasi gedung gereja di Jogja, Salatiga, Solo, Madiun.  Seorang peserta warga utusan dari Bandar Lampung Darwin Pangaribuan (penulis sendiri) mengusulkan tahun  depan dalam laporan konta agar dimasukan dalam sub bab khusus di Laporan tertulis Konta tentang suara dan aspirasi Warga.

 

DS distrik 5 Pdt  P Simangunsong dimulai dengan visi misi distrik 5 kemudian ditayangkan program program kerja yang telah dilaksanakan, sayangnya tayangan dilengkapi tanpa foto foto kegiatan.  Pembangunan kos kosan masih berjalan, pembinaan guru SM, pembinaan para majelis, pembinaan guru sek minggu.  Kedepan ada banyak kegiatan yg akan dilaksanakan seperti pelatihan budidaya lele, pelatihan lay speaker, kegiatan misi di lahan eks PKMI Prabumulih, dan kelanjutan pembangunan kos kosan karena sudah diputuskan di Konta maka diharap bantuan dari Konta.  Tanggapan dari peserta dari Konta mengangkat soal tanah Prabumulih dan pembangunan rumah kos perlu dilanjutkan dengan dukungan “semen” dari Konta.

 

DS distrik persiapan 6 Kepri Pdt Bahtiar Sinaga menyampaikan laporan diawali dengan pernyataan visi misi DS 6  dan menayampaikan garis besar program yang mencakup membina, membangun dan memenangkan.  Tayangan dilengkapi dengan foto foto kegiatan menyampaikan kegiatan2 yang telah dilaksanakan seperti GHC, MMC, pembinaan lay speaker dan majelis, DS pernah bertemu dengan PM Singapura dalam misi ke LN, semua HT sudah masuk Jamsostek.  Tanggapan dari peserta menyoroti soal Jamsostek yg baik bagi masa depan HT.

 

Semua laporan DS dapat diterima oleh peserta Konta.  Beberapa catatan perbaikan dapat disampaikan bahwa format laporan tertulis belum seragam misalnya nomor keputusan konta sebagai dasar hukum pelaksanaan program tidak dicantumkan, demikian juga nomor keputusan distrik sebagai landasan hukum rencana yang akan datang belum ada. Visi misi setiap distrik sebagai turunan dari visi misi wilayah belum ada dalam setiap laporan distrik, laporan keuangan yang tidak sama formatnya, penyajian data statistik tanpa dilengkapi tabel chart atau diagramm, dlsb.  Tentu saja catatan perbaikan ini diharapakan dapat dilaksanakan pada Konta tahun depan sehingga laporan tertulis  sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat (uang jemaat) dapat lebih baik.

 

——————————–

Pdt Sony Cornelius menyampaikan laporan badan evangelisasi da pembinaan.  Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan seperti menjadi host training GHC bagi gereja tetangga.  Pelaporan dengan menguraikan kembali fase-fase dalam Misi yaitu  memenangkan, membangun, memperlengkapi, dan mengutus untuk multiplikasi.   GHC sebagai gaya hidup agar jemaat menjadi mitra pelayanan.

 

Bapak Freddie Chandra menyampaikan laporan badan penatalayanan dan keuangan.  Laporan ditulis dengan detail dan rinci sehingga laporan jelas dan mudah dibaca peserta.  Badan yang mengelola uang sejumlah lebih dari 2 milyar ini memang perlu dukungan profesional dari Konta.  Tanggapan dari peserta mengangkat masalah pencarian sumber dana.  Tanggapan dari badan adalah perlu  prosedur khusus untuk pencarian dana, dan menghimbau peserta Konta untuk menyampaikan kepada jemaat ke perpuluhan dan persembahan apabila dilaksanakan dengan baik sudah akan mencukupi.  Saldo tahun ini memang defisit.   Peserta dengan sedikit “marah” mengangkat soal pengeluaran uang, dan ditanggapi dengan lemah lembut oleh Freddie Chandra bahwa bendahara yang akan memberikan laporan lebih detail.

 

Laporan badan Sosial dan Parpem

Program berbagi kasih S2500 lebih difokuskan pada pelayanan bidang kesehatan, demikian Bp Hockey Salim membuka pemaparan laporan badan sosial dan parpem.  Poster S2500 akan dibagikan supaya program ini disosialisasikan kepada jemaat.  Tanah di Pagelaran Lampung, memang masih menjadi pergumulan berat badan parpem, karena selama ini dari Pagelaran hanya ada pengeluaran bahkan sampai mencapai ratusan juta sementara pemasukan nol rupiah.

 

Laporan P3MI disampaikan oleh sekretaris oleh karena ketua P3Mi wilayah tidak dapat hadir.  Status ketidakhadirannya yang ternyata diketahui melayani didua kaki ditanggapi oleh konta dengan menggugurkan status ketua P3Mi wilayah.  Laporan panitia Petisi yang berisi list sekian puluh item petisi yang akan dibawa ke Konag.  Ketua Panitia petisi Pdt l manurung menyayangkan sedikitnya respon pendeta dalam memberikan masukan tentang perbaikan disiplin Gereja.   Laporan Lay Leader Konta Daniel Tobing lebih banyak melaporkan kegiatan2 di distrik I, padahal seharusnya juga memperhatikan distrik lain.  Hai ini akan diperbaiki dalam program mendatang.  Peserta menikmati makan siang dan semua peserta utusan warga diambil fotonya sebagai persiapan ID card ke Konag.  Semua peserta konta masih bersemangat dan ceria mengikuti semua acara-acara konta.

 

———————————-

Laporan PWMI dibawakan oleh ketua PWMI melaporkan banyak kegiatan seperti PAUD, micro credit, dana beasiswa, mengirimkan buku-buku pendidikan.  Usulan dari PWMI adalah agar ada pemimpin DS dari kaum perempuan.  Tanggapan peserta mengangkat arti penting membeli dan menyewakan sebuah rumah yg dimiliki oleh PWMI.  Peserta memberikan respon tepuk tangan karena PWMI aktif baik di lokal, distrik maupun wilayah.

Ada interupsi dari Sekretaris agar tidak terjadi salah persepsi bahwa keputusan Konta tentang pengurus P3MI wilayah II  adalah agar meninjau kembali status ketua pengurus P3MI dan konta 43 tidak berhak melangkah lebih dari itu.  Dengan demikian info tentang ini telah diluruskan kembali.

Pemaparan singkat dari ketua PPMI Bp Effendi Hutabarat melaporkan bahwa ada banyak kegiatan PPMI seperti MMC, tindakan aksi di daerah bencana.   Tanggapan peserta adalah memberikan apresiasi atas kerja pengurus PPMI karena walaupun hanya sedikit yang aktif dalam PPMI tetapi kegiatan PPMI berupa MMC dapat memberikan dampak bagi gereja shg MMC perlu terus dilanjutkan.

 

Pemaparan dari Urusan Kepegawaian dan Pensiun disampaikan dengan lengkap dalam bentuk satu buku khusus.  Hal yang krusial bagi UKP adalah soal dana pensiun abadi yang memang memerlukan orang khusus untuk memikirkan hal ini.    Ada banyak pertanyaan yg diangkat dari peserta soal urusan pensiun akan tetapi tidak mungkin menuntaskan semua masalah kepegawaian dan pensiun dalam sesi singkat, sehingga dibentuk pokja khusus soal pensiun.

 

PKMI wilyah I Palembang dipaparkan oleh Pdt Dion Hutagalung yang menekankan “go to the next level”, yg berarti setiap hari diusahakan ada kemajuan dalam PKMI Wilayah I.  Banyak sekali kemajuan dalam segi fasilitas, kurikulum, peningkatan kualitas pendidikan di sekolah di PKMI Wilayah I dan juga prestasi  sekolah baik pada level lokal, nasional, bahkan internasional.  PKMI hadir di Palembang sebagai sekolah unggulan.  Tanggapan dari penulis adalah PKMI memperhatikan aspek mutu institusi, mutu lulusan dan mutu SDM guru.

 

Pemaparan badan pembangunan kantor wilayah 2 oleh Pdt Denny Nainggolan berupa ajakan dan himbauan agar peserta mau terlibat menjadi anggota badan.  Gedung kantor wilayah adalah urgen untuk kenyamanan pekerja di dalamnya, sehingga pelayanan GMI wilayah 2 dapat maksimal.  Bapak pendeta mengajak peserta masuk ke dalam Pokja Pembangunan Kantor Wilayah.

 

Pemaparan badan pendidikan oleh ibu Pdt Indriani Bone melaporkan kemajuan di wilayah dua seperti adanya integrasi kurikulum diantara sekolah di PKMI Wilayah 2.  Tanggapan dari peserta agar badan pendidikan dikelola dengan serius, selain itu juga rencana pembangunan STKIP didorong untuk segera dilaksanakan.  Pemaparan dari STBA Methodist Palembang melaporkan bahwa STBA  Methodist masih tetap eksis.  Tanggapan dalam diskusi membahas tentang masalah penggabungan yayasan yang telah menjadi isu pelik sehingga perlu ditangani dengan bijak dan serius agar STBA MP tetap dapat eksis.   Pemaparan STT Wesley menguraikan kemajuan dalam tridharma PT STT Wesley.  Pemaparan disampaikan dengan suasana gembira sehingga cukup mengusir rasa jenuh peserta karena acara sudah molor satu jam dari jadwal.

 

Acara Konta melewati jadwal waktu oleh karena alotnya diskusi dan tanggapan. Peserta Konta tetap semangat menyimak semua isu isu yang dibahas dalam sidang,  demikian pula pimpinan sidang bapa Bishop Wilayah 1 dan 2 dan Sekretaris Konta dengan didampingi Bishop Bachtiar masih tetap semangat dan serius memimpin sidang sidang Konta di hari kedua.

 

Kategori:Gereja Methodist
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: