Beranda > Gereja Methodist > Reportase Kegiatan Hari Peretama Konferensi Tahunan KONTA ke 43 GMI wilayah 2,

Reportase Kegiatan Hari Peretama Konferensi Tahunan KONTA ke 43 GMI wilayah 2,

Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi. Sebagian peserta mulai berdatangan. Peserta dari Resort Bandar Lampung datang lebih dahulu dengan driver Pdt Eben S
Yohanes Ebenezer Damanik. Puji Tuhan selamat di jalan, walau tadi sempat mendadak belok kiri tanpa kasih sein di jl tol dlm kota, shg di klakson mobil orang… tidak ada kejadian apa-apa….

Musik khas Betawi, yang sekaligus menyambut HUT DKI Jaya 483, menyambut kedatangan tamu Konta di Hotel Grand Cempaka, sebuah hotel bintang di bilangan Senin dg tarif paling murah IDR 1400000 dan paling mahal IDR 2250000.

Sambil menunggu di Lobby, petinggi GMI seperti Bishop Amat Tumino dan Sekretaris Bishop Pdt. Samgar L. Sukasno  menyalami sebagian peserta Konta dengan ramah dan senyum. Selamat datang semua delegasi KONTA GMI Wil II….

———————————–

Pembukaan Konta 43 akan dimulai.  Sebagian peserta sudah mulai datang, walaupun peserta belum bisa masuk kamar.  Hal ini membuat peserta dari Bandar Lampung terasa “asem” karena belum bertemu air padahal sudah tidur semalaman dalam perjalanan mobil.  Namun demikian peserta nampak tetap semangat dan sabar menunggu sampai pihak hotel berbintang 4 ini akan mengizinkan sekitar 300 peserta masuk kamar.

Konperensi Tahunan 43 GMI Wilayah II ini mengusung tema “Menyembah dalam Roh dan Kebenaran” (Yohanes 4:24), dan sub tema “Melalui penyembahan yang benar, GMI Wilayah II mengalami mujizat ditengah-tengah tantangan zaman”.  Ketua Panitia Konta Bapak Drs Freddie Chandra mengharapkan kepada semua peserta agar penyembahan dalam Roh dan Kebenaran merupakan kerinduan bersama semua peserta sehingga mujizat akan terjadi dalam pelayanan di GMI Wilayah II.

Buku Panduan setebal 33 halaman ditambah sekitar 50 halaman sponsor menghantarkan peserta memasuki konperensi, demikian juga buku kedua berisi laporan-laporan dari setiap pimpinan Distrik 1, 2, 3, 4, 5 dan dari badan-badan pendukung telah dicetak rapih dan akan menjadi bahan pelototan dan perdebatan peserta Konta selama sidang-sidang.  Tata tertib Konta, yang melarang 300 peserta Konta meninggalkan Konperensi  sebelum berakhir akan mengawali pembacaan Tata tertib Konta 43.

Sesudah makan siang dengan menu pokok hotel 5 jenis, peserta mulai memasuki kamar masing-masing.  Setiap kamar yang berisi 4 orang tentunya akan menjadi kelompok doa yang bersama sama sehati berdoa agar Konta 43 dapat berjalan sesuai dengan rencana dan menghasilkan keputusan-keputusan  yang dapat menambah kemajuan Gereja Methodist di wilayah 2,  Selamat ber Konta Ria

————————————————

Shalom… selamat datang… sambil menebur senyum anak-anak sekolah Minggu GMI Jakarta Pusat menyambut kehadiran peserta Konta.  Dengan berpakaian adat Betawi karena bertepatan dengan HUT DKI Jaya ke 486, anak-anak sebagai generasi penerus gereja membangkitkan optimisme bahwa peserta Konta hendaknya menyambut Konta,  seperti anak kecil menyambut kedatangan Raja Gereja.

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.40,  jadwal ibadah pembukaan sudah dimulai, ruangan masih berisi sekitar 60 – 70 % dari kapasitas ruangan untuk total 300 peserta.  Suasana ruangan Cempaka Room yang dingin menghantarkan prosesi dua Bishop dan 6 DS untuk maju ke depan memimpin ibadah pembukaan.  Simbol  lampion khas Betawi warna warni di depan mimbar menyiratkan pesan bahwa GMI berdiri di wilayah dua Indonesia dengan tidak melupakan budaya dan kearifan lokal.

Sesudah doa pembukaan ibadah, nyanyian nan merdu anak2 SM GMI Jakarta Pusat dengan mengenakan seragam khas Betawi, menyanyikan lagu “Ondel-ondel Betawi” yang kata2nya diaransemen ulang menjadi, “haleluya umatNya memuji Tuhan selamanya”.  Solo song dari anak remaja GMI nan merdu membuat peserta Konta memuji kebesaran Tuhan….How Great Thou Art.

Sesudah pengakuan iman Niceanum, sekitar  16 hamba Tuhan wanita dan  25 hamba Tuhan pria dari Distrik 3  membahanakan koor  agar Tuhan menerima puji-pujian kami yang tunduk akan sabdaMu dan tak jemu-jemu memuja namaMu. Koor apik hamba Tuhan tentu berkat latihan serius dengan dirigen Pdt Pandu Bone, menghantarkan peserta Konta untuk fokus mempersiakan diri memasuki kotbah dan perjamuan kudus.

 

Dalam kotbahnya yang digali dari Yohanes 4:23-24,  Bishop mengingatkan apakah kita di masa lalu sedang berakting dalam ibadah, ataukah kita menyembah dalam Roh dan Kebenaran.  Bisa jadi kita hanya beraksi dan berakting dalam ibadah tetapi kita tidak memberikan dampak dalam kehidupan.  Lebih jauh Bishop Amat Tumino dengan tenang mengatakan,  apakah pembukaan ini akan memberikan dampak dalam semua acara acara Konta?   Tuhan mau kita bersikap benar, hidup kita berkata lebih kencang  drpd perbuatan, jangan munafik, hiduplah dalam roh dan kebenaran.  Apabila kita datang ke Konta hanya untuk menambah dosa maka sia sialah kehadiran kita,  marilah saling memaafkan dan tidak menaruh dendam.  Sebagai penutup kotbah singkatnya, Bishop mengajak semua peserta untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai ibadah yg sejati.  Perjamuan kudus dan doa Bapa kami menutup rangkaian upacara ibadah pembukaan Konta 43.

—————————————————

 

Dengan gagah Pdt Pandu W. Bone memimpinsegenap peserta yang memenuhi sekitar 90% dari kapasitas ruangan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang menegaskan bahwa warga gereja GMI adalah warga gereja dengan dwi kewarganegaaraan, warga dunia dan warga kerajaan sorga.  Laporan ketua panitia Bapa Freddie Chandra menyampaikan harapan agar melalui Konta dapat melaksanakan program2 yang membangun jemaat sehingga jemaat dapat aktif berpartisipasi dalam menjangkau jiwa2 baru.  Fredie Chandra mengakui bahwa penyelenggaraan Konta memakan biaya yang besar oleh karena itu peserta diajak untuk berbuat maksimal.  Dalam Konta ini juga akan diajukan petisi2 yg akan disahkan dalam Konag Oktober 2013 dalam waktu dekat ini.

Dalam Episkopal Address,  bapa Bishop mengajak segenap warga GMI agar supaya GMI semakin maju, visi lebih cepat terwujud.  Sehingga tahun yg akan datang GMI akan fokus pada penjangkauan atau misi.  Penghargaan juga diberikan kepada Pdt Samgar L. Sukasno yang telah berhasil membalik nama sertifikat tanah di Pagelaran, Lampung menjadi resmi milik GMI.   Bishop juga gembira karena perkembangan Methodist Man Camp (MMC) dan Methodist Women Camp (MWC) sudah ada 500 orang yang pernah ikut Camp ini.  Episkopal address bapa Bishop diakhiri dengan himbauan agar Tuhan dimuliakan dan kita dijauhkan dari dosa fitnah.

Sesudah sekretaris Konta mengabsensi peserta Konta yang terdiri atas Pendeta dan Warga gereja dan dinyatakan kuorum, Bishop membuka secara resmi Konta 43.

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: