Beranda > Artikel Pikiran Kristus > HIKMAT DALAM PENDIDIKAN

HIKMAT DALAM PENDIDIKAN

                                             HIKMAT DALAM PENDIDIKAN          

Anak terang perlu makanan rohani firman Tuhan untuk memperoleh hikmat.  Apakah yang dimaksud dengan hikmat? Dalam kitab Amsal tertulis “Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan” (Amsal 8:12).  Jadi hikmat menurut definisi Amsal adalah kombinasi dari kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan. Orang yang berhikmat adalah orang yang mempunyai akumulasi dari salah satu atau dua atau bahkan ketiga hal unsur hikmat yaitu kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan.

Daniel adalah contoh seorang yang berhikmat yang mempunyai kecerdasan 10 kali diatas rata-rata kawan seangkatannya (Daniel 1:20).  Salomo dikenal karena kebijaksanaannya sehingga dapat memutuskan perkara siapakah pemilik dari seorang bayi yang diperebutkan oleh dua orang ibu.  Kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan adalah penting dimiliki oleh anak terang.  Akan tetapi, Alkitab mengingatkan bahwa semua unsur-unsur hikmat dapat membuat seseorang yang memilikinya menjadi sombong dan semua unsur hikmat tersebut juga akan lenyap.  Lalu apakah dengan adanya bahaya jatuh dalam kesombongan maka seseorang harus berhenti mencari hikmat?  Tidak demikian, sebaliknya malah semakin berhikmat seseorang akan semakin perlu banyak belajar agar semakin menyadari bahwa masih banyak hal yang belum dia ketahui agar terhindar dari kesombongan.

Belajar hakekatnya adalah proses seumur hidup atau life long learning process. Seseorang harus belajar sepanjang hayat.  Setiap saya selesai mengadakan ujian skripsi mahasiswa S1 maka saya katakan pada mereka demikian, “Selamat telah berhasil selesai dari Universitas Lampung, dan selamat memasuki Universitas Kehidupan”. Ya, kita sejatinya sedang berada dalam sebuah Universitas Kehidupan.  Tidak ada wisuda dalam universitas ini.

Sebagai anak terang, kita perlu terus belajar dan belajar untuk mengejar unsur-unsur hikmat yaitu kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan.  Universitas formal tidak mengajarkan unsur-unsur hikmat.  Universitas formal hanya mengajarkan dan menularkan agregrat ilmu pengetahuan tanpa meyentuh aspek aspek hikmat.  Syukur pada Tuhan yang Maha Cerdas, hikmat ternyata ditemukan dalam Alkitab.  Alkitab adalah sumber hikmat.  Satu buku yang berisi wahyu dari sorga ini bukanlah kitab petunjuk teknis dari semua ilmu pengetahuan, melainkan Alkitab adalah sumber inspirasi dan motivasi dalam mengejar hikmat.

Anak terang yang menjadi seorang sarjana haruslah mengejar ilmu pengetahuan setinggi tingginya, seraya juga mengejar hikmat Alkitab.  Inilah sebuah keseimbangan, yang akan menghindarkan seseorang dari dosa kesombongan.  Pendidikan yang sehat adalah pendidikan yang menekankan aspek keseimbangan ini.  Sekolah dan Universitas formal tidak mengajarkan keseimbangan dalam mencari hikmat. Oleh sebab itu, mahasiswa Kristen perlu banyak belajar sendiri (autodidak) dalam mengejar kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan, tentunya dengan pertolongan api Roh Kudus.  Seorang yang belajar autodidak sejatinya sedang kuliah dalam sebuah Universitas Kehidupan.  Seorang alumni harus menjadi seorang autodidak untuk mengejar kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: