Beranda > Resensi Buku Rohani > Resensi Buku Harta Karun Tersembunyi Kitab Ayub

Resensi Buku Harta Karun Tersembunyi Kitab Ayub

 

RESENSI HARTAKARUN TERSEMBUNYI KITAB AYUB

Ross, H. 2012. Harta Karun yang tersembunyi dalam Kitab Ayub (APOLO). Jakarta: Light Publishing

Diskusi tentang ilmu pengetahuan dan Alkitab selalu menarik dan seolah olah tidak ada hentinya seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.  Hugh Ross, seorang penganut “old earth”  atau seorang “kreasionisme karunia penuh” (hal. 101) yang percaya bahwa semua mukjizat penciptaan terjadi pada peristiwa penciptaan kosmik, menguraikan dengan terperinci tentang relasi antara kemajuan sains dengan isi Alkitab, khususnya kitab Ayub.

Berbeda dengan pandangan umum bahwa kitab Kejadian adalah kitab tertua, kitab Ayub diyakini sebagai kitab yang tertua atau yang pertama kali ditulis.  Dari fakta sejarah ini, penulis menguraikan kebenaran-kebenaran Alkitab yang bersesuaian dengan temuan-temuan sains tentang alam semesta.  Dalam 15 bab, Hugh Ross menguraikan dengan bahasa yang tidak terlampau teknis tentang harta karun dalam kitab Ayub yang selama ini belum pernah disadari oleh pembaca Alkitab.  Kelima belas bab ditulis sebagai sebuah rangkaian yang tidak terputus, sehingga enak dibaca dari awal sampai akhir.

Perdebatan antara sains dan Alkitab seolah mendapat titik temu dalam persinggungan antara kitab Ayub dan temuan sains.  Dalam bab5, tentang hari penciptaan, Hugh Ross yang berpendirian bahwa kata hari (atau bahasa Ibraninya yom) dalam Kejadian 1 bermakna satu masa yang panjang tetapi terbatas, jadi bukan 24 jam arti harfiah (hal 108).  Argumen yang dikemukakan oleh Hugh Ross membuat ayat Alkitab tentang penciptaan menjadi “tidak bertentangan” dengan teori teori terbaru penciptaan alam semesta.  Contohnya, kitab Ayub adalah catatan pertama dalam Perjanjian Lama yang menggambarkan ekspansi alam semesta yang terus menerus (Ayub 9:8) dan alam semesta yang semakin luas juga diaminkan oleh para ilmuwan (hal 69).

Setiap bab ditulis dengan memperhatikan temuan-temuan terbaru kemajuan sains. Dalam bab 10, penulis menguraikan 10 nepesh (binatang berjiwa) paling penting yatu singa, burung gagak, kambing, rusa, keledai, lembu hutan, burung unta, kuda,burung elang dan burung  rajawali.  Keistimewaan sepuluh binatang tersebut menurut versi kitab Ayub diuraikan dengan terperinci sehingga dapat menambah wawasan pembaca tentang nepesh yang istimewa ini.

Buku ini akan lebih mudah dipahami apabila pembaca memahami terlebih dahulu dialog-dialog yang dibangun antara sahabat-sahabat Ayub dengan Ayub sendiri.  Oleh karena disitulah terletak harta karun yang tersembuyi, sesuai dengan judul buku ini.  Kedalaman dialog yang terjadi di dalam kitab Ayub, penulis temukan sebagai sebuah dialog antara ilmuwan yang berpendidikan lebih tinggi daripada banyak ilmuwan tekemuka zaman sekarang (hal 105).  Sebuah buku yang wajib dibaca oleh kaum awam yang berminat mendalam hubungan sains dan Alkitab juga bagi calon (sarjana) teologi dalam mendalami studi apologetika. Selesai membaca buku ini, pembaca akan merenungkan kembali untuk apa alam semesta ini diciptakan oleh yang Maha Agung.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: