Beranda > Gaya Hidup Sehat Alkitabiah > Makanan Halal dan Haram menurut Alkitab

Makanan Halal dan Haram menurut Alkitab

Makanan Halal menurut Alkitab adalah:

Mamalia Berkaki empat :Anak sapi, Rusa, Kambing, Lumbu jantan, domba,

Burung: soang, ayam, burung rawa, bebek, burung dara, burung puyuh, angsa, kalkun

Ikan(dengan sirip dan sisik) : ikan bandeng, drum hitam, gurame, ikan laut besar, ikan  kod, ikan, ikan mas, salmon, tuna,

Serangga: jangkrik, belalang

Makanan haram menurut Alkitab adalah:

Mamalia berkaki empat; unta, kucing, anjing, rubah, beruang, marmut, hamster, kuda, tupai, kelinci, tikus, badak, bajing, babi

Burung-burung: kelelawar, burung gagak, rajawali, burung elang, bangau, ibis, layang layang, elang, burung unta, burung hantu, burung gagak, burung elang pipit, burung camar, burung bangau

Ikan yg tanpa sirip dan sisik: ikan lele, kepiting, belut, lobster, gurita, tiram, ikan landak, ikan hiu, udang, cumi-cumi, ikan pari

  1. Dumaris Siahaan
    8 Maret 2012 pukul 3:32 pm

    Horas dan salam kasih. Jadi amang selama ini kita sebagai orang Batak selalu makan makanan haram for ex.: pig. Jadi gimanalah itu amang? Kadang bingung juga, itu semua kan tertulis di perjanjian lama, bukankah sudah ada pembaharuan di perjanjian baru? Mohon penjelasannya amang. Horas.

  2. 9 Maret 2012 pukul 12:41 am

    Tanggapan:

    Soal makanan minuman adalah mengatur kesehatan manusia. jadi makanan halal dan haram adalah soal hukum kesehatan manusia. Dalam jaman PL, kesehatan jasmani masih diatur oleh Tuhan Allah, oleh karena kemajuan iptek yg belum semaju sekarang.

    Hasil penelitian para ahli ilmu pengetahuan memang sejalan dan sesuai dengan firman Tuhan yang menyatakan bahwa makanan sehat adalah semua jenis makanan halal yg ditulis dalam Alkitab. Makanan haram dalam Alkitab, menurut iptek, banyak kandungan yg tidak mendukung kesehatan manusia. Contohnya, babi banyak mengandung lemak.

    Di jaman PB seperti kita sekarang ini, hukum kesehatan tidaklah wajib dilaksanakan. Sebab yg wajib adalah kesehatan rohani. Akan tetapi, apabila kita melaksanakan hukum2 kesehatan seperti dalam PL juga adalah baik bagi kesehatan jasmani kita.

    Demikian tanggapan singkat saya.

    • tokek
      27 Mei 2012 pukul 4:11 pm

      bah…klau mau makan liat kitab lagi, macam mana awak mau makan?? akh persetan dengan kitablah…. yg penting libas saja…..

      • 28 Mei 2012 pukul 10:57 am

        Janganlah tulis “persetan” saudaraku … Alkitab mengajarkan untuk berkata lemah lembut karena dapat meredakan kegeraman …

      • Firman adalah kebenaran
        5 Juni 2012 pukul 7:54 am

        anda rupanya tidak punya etika jangan menyebut Firman Tuhan dengan kata setan jangan-jangan anda legion, mau cari tau siapa itu legion … baca Luk 8:30

      • 12 Juni 2012 pukul 10:31 am

        Dan Yesus bertanya kepadanya: “Siapakah namamu?” Jawabnya: “Legion,” karena ia kerasukan banyak setan (Lukas 8:30).
        Identitas saya sudah jelas, bisa dilihat di CV saya. Sebagai murid Kristus, sebaiknya kalimat “persetan” tidak patut diperkatakan.

  3. Dumaris Siahaan
    9 Maret 2012 pukul 2:50 pm

    Bagaimana dengan ikan yang haram di atas kebanyakan orang mengkonsumsinya, karena banyak mengandung protein baik, bahkan lele dan belut baik untuk perkembangan bayi dan anak- anak. Jadi salahkah kita amang jika kita mengkonsumsinya ??

    • 18 Maret 2012 pukul 2:16 pm

      Menurut Alkitab,- dan sudah terbukti oleh ilmu pengetahuan, bahwa mengkonsumsi ikan haram kurang baik untuk kesehatan. Contoh, lele adalah sejenis ikan yang tidak bersisik shg kurang sehat dikonsumsi. Apalagi belut dan lele hidup di Septitank yang makanannya adalah kotoran manusia.

  4. 30 Maret 2012 pukul 12:04 am

    kwkwkwkk Ev. Dr. Darwin Pangaribuan salah
    kalau itu ada perjanjian lama
    kalau perjanjian baru gimana ???
    kalau soal makakan PL & PB beda tapi Kalau Tuhan dari dulu sampe sekarang tetap sama !!

    • 30 Maret 2012 pukul 2:54 am

      Allah adalah Roh dan Allah tidak pernah berubah. Soal makanan adalah soal hukum kesehatan manusia. Dalam makanan tidak ada roh, makanan hanyalah santapan jasmani yang akan mempengaruhi kesehatan manusia. Apabila Anda ingin lebih sehat ikutilah hukum-hukum kesehatan dalam Alkitab. Hanya harap diingat bahwa sbb, Hukum Kasih menyempurnakan hukum Taurat.

  5. Edward Balbed
    6 April 2012 pukul 12:12 am

    Apakah Kolose 2:16,17 menghalalkan semua makanan dan menghapus hari sabat?
    Pembahasan ayat berikut ini adalah salah satu ayat yang menjadi senjata untuk menghalalkan semua makanan dan menghapus hari sabat, mari kita lihat, selidiki dan pelajari:
    Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
    semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Kolose 2:16,17
    Perhatikan ayat 17: semua yang merupakan bayangan atau yang mewujudkan Yesus… apa saja yang merupakan lambang atau wujud atau bayangan dari Yesus? Tentulah korban beserta hukum taurat yang mengatur semua peraturan-peraturan upacara-upacara korban penghapusan dosa… semua korban (domba, dan lain-lain) yang dipersembahkan beserta upacara-upacaranya adalah mewujudkan pengorbanan Yesus di salib… semua itu sudah dihapus Yesus…

    Mari kita lihat lebih dahulu ayat-ayat berikut yang menyatakan siapa Yesus itu:
    Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29
    Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7
    Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
    melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. I Petrus 1:18,19
    Mari kita bahas Kolose 2:16,17 diatas…
    Makanan minuman, hari raya, bulan baru
    Makanan minuman disini BUKAN masalah makanan/daging haram dan halal atau tentang vegetarian…Makanan minuman disini adalah makanan minuman yang menyangkut dengan upacara-upacara korban penghapusan dosa yang melambangkan Yesus yang sudah dihapus Yesus saat kematianNya di salib yang sudah tidak perlu lagi…ingat kuncinya di ayat 17 “semua yang melambangkan Yesus”, semua itu sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan.
    Makanan haram dan halal atau tentang vegetarian sangat tidak ada hubungan dengan makanan minuman yang mewujudkan atau melambangkan pengorbanan Yesus di salib.
    Binatang/hewan yang digunakan untuk korban persembahan yang kudus dan korban penghapusan dosa yang melambangkan Yesus adalah binatang halal BUKAN binatang haram. Oleh karena itu sangat tidak ada hubungan masalah daging haram halal atau vegetarian dengan pengorbanan Yesus di salib. Sebagai contoh hewan yang digunakan sebagai korban adalah domba (bagi orang yang mampu) dan burung merpati (bagi orang yang tidak mampu). Binatang/Hewan ini adalah binatang halal. Tidak pernah ada dalam Alkitab dicatat bahwa binatang haram dipersembahkan sebagai korban persembahan kudus dan korban penghapusan dosa kepada Tuhan. Sebagai contoh kita lihat yang dilakukan oleh Nuh:
    Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Kejadian 8:20
    Jadi sangat tidak ada hubungan masalah daging haram halal atau vegetarian dengan upacara-upacara yang melambangkan pengorbanan Yesus di salib.
    Kolose 2:16,17 ini berbicara mengenai makanan minuman yang menyangkut upacara-upacara korban yang melambangkan Yesus yang sudah dihapus Yesus saat kematianNya di salib yang sudah tidak perlu lagi, bukan mengenai masalah daging binatang haram halal atau mengenai vegetarian.
    Mari kita lihat ayat mengenai makanan dan minuman, hari raya, bulan baru, yang sudah dihapus Yesus ini:
    “Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam. Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana.
    Engkau harus memasaknya dan memakannya di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu; kemudian paginya engkau harus pulang kembali ke kemahmu. Ulangan 16:1,2,7
    Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Keluaran 12:8,11
    Masih perlukah kita rayakan paskah? tidak perlu lagi, karena domba paskah adalah Yesus Kristus sendiri. kita lihat firman Tuhan melalui tulisan Rasul Paulus:
    Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7
    Yesuslah wujud dari domba paskah itu, kita sudah tidak perlu lagi rayakan paskah, semua hukum taurat yang berisi dan mengatur tentang upacara-upacara bayangan (bukan 10 hukum Allah) sudah dipalangkan di kayu salib, hukum upacara-upacara itu sudah tidak perlu lagi, karena lambang telah bertemu dengan yang dilambangkan. Hal-hal seperti inilah yang dimaksudkan dalam kolose 2:16,17 bahwa semua ini sudah tidak perlu lagi, jangan anda membiarkan orang menghukum anda tentang makanan minuman ini, karena semua ini sudah digenapi dalam Yesus, wujudnya adalah Yesus.
    ini adalah contoh makanan minuman, hari raya, bulan baru, yang sudah tidak perlu lagi karena semua hukum upacara-upacara ini sudah berakhir di salib.
    Sebagai ganti paskah ini adalah Tuhan meminta kita untuk merayakan perjamuan suci (Lukas 22:19,20; I Korintus 11:23-26) yang didahului dengan pembasuhan kaki (Yohanes 13:14,15,17) untuk mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus di salib yang sangat mulia ini.
    Hari Sabat
    Hari sabat yang dihapus Yesus saat kematianNya di salib ini bukan sabat hari ketujuh…gak akan nyambung, karena sabat hari ketujuh ini mengarah ke penciptaan dunia ini, bukan mengarah kepada upacara-upacara bayangan yang dihapus Yesus, sabat hari ketujuh mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan, dan ini termasuk dalam 10 hukum Allah, yang mana Yesus tidak menghapus 10 hukum Allah saat kematianNya di salib…
    hari sabat yang dihapus Yesus di salib adalah semua hari sabat bayangan yang dirayakan yang mana semuanya itu mengarah kepada Yesus sebagai korban, hari-hari sabat ini sudah tidak perlu lagi karena wujudnya adalah Yesus.
    Contoh hari sabat yang hanya sebagai bayangan yang sudah dihapus Yesus adalah hari raya pendamaian (grafirat). Hari raya pendamaian atau dikenal dengan sebutan hari raya grafirat adalah upacara penghapusan dosa yang diperingati sekali setahun, hari itu haruslah menjadi hari sabat…artinya pada hari pendamaian ini orang harus berhenti bekerja, mari kita lihat ayatnya:
    Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Imamat 16:29,30,31
    Selama-lamanya disini maksudnya adalah sampai kepada kematian Yesus disalib menebus dosa manusia. Yesuslah korban, domba, darah yang sesungguhnya…
    Contoh lain adalah sabat yobel, ini juga sudah tidak perlu lagi kita rayakan. Memang secara mata iman kita sedang menantikan yobel yang sesungguhnya pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali yang akan benar-benar membebaskan kita dari belenggu dosa dunia ini, tetapi sabat yobel ini tidak perlu lagi kita rayakan karena ini melambangkan atau mengarah kepada Yesus sebagai Pelepas, Pembebas kita dari dosa yang sudah mati menebus kita di salib.
    Hari sabat hari ketujuh harus tetap dipelihara karena ini bukan mengarah kepada Yesus sebagai domba korban yang akan dihapus di salib, tetapi sabat hari ketujuh ini mengarah kepada peristiwa penciptaan dunia ini.
    karena Paulus sendiri mengatakan dalam buku Ibrani: Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9
    Sabat hari ketujuh adalah kekal sampai di dalam kerajaan Sorga (Yesaya 66:22,23)
    Semua makanan minuman, hari raya, bulan baru, hari sabat, yang mengarah kepada Yesus sebagai korban, domba, darah yang sesungguhnya, semua upacara-upacara bayangan ini sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan karena wujudnya adalah Yesus.

    • 6 April 2012 pukul 1:06 pm

      Alangkah panjangnya uraian Anda.. apalagi tanpa sistematika tulisan… membahas soal makanan minuman lalu lari ke hari Sabat lalu lari ke perayaan Paskah.

      • Edward Balbed
        7 April 2012 pukul 8:25 am

        iya, karena memang dalam ayat tersebut menyangkut ketiga bagian hal tersebut antara makanan, minuman dan hari-hari raya juga sabat, dan saya rindu menyampaikan hal itu secara menyeluruh tidak sebagian, karena sekali lagi ayat itu berkaitan dengan hal-hal tadi…Tuhan Memberkati

    • Edward Balbed
      7 April 2012 pukul 8:26 am

      mantap..

      • 16 April 2012 pukul 12:45 pm

        Pembahasan tentang Sabat dan Minggu telah saya mulai dengan tulisan saya dalam kategori tersendiri “Hari Sabat dan Minggu”. Silahkan di posting di sana saja agar diskusi lebih nyaman per satu topik

  6. Edward Balbed
    6 April 2012 pukul 12:15 am

    Jadi yang ingin saya bagikan adalah bahwa makanan haram dan halal itu tetap ada dalam PL maupun dalam PB, makanya saya ambil salah satu ayat dalam PB untuk membuktikan hal itu..Gbu all.

  7. Edward Balbed
    7 April 2012 pukul 8:30 am

    Benarkah semua yang hidup dan bergerak dan semua tumbuh-tumbuhan hijau boleh dimakan?
    Kita masuk di zaman sesudah air bah.
    Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Kejadian 9:3
    Alkitab terjemahan asli yaitu Alkitab King James Version:
    Every moving thing that liveth shall be meat for you; even as the green herb have I given you all things. Genesis 9:3
    Benarkah semua yang bergerak, yang hidup dan semua tumbuh-tumbuhan hijau boleh dimakan?
    kalau anda mau telan bulat-bulat ayat itu berarti anda kan juga bergerak dan hidup, berarti anda juga boleh saya makan, atau bayi kita yang baru lahir juga boleh kita makan, apakah demikian?? tentu tidak.
    Memang maksud ayat di atas “yang bergerak, yang hidup” adalah dalam kategori hewan, kita lihat ayatnya yaitu dalam Alkitab terjemahan lama:
    Maka segala binatang yang bergerak, yaitu yang hidup, itu akan menjadi makananmu; sekalian itu telah kuberikan kepadamu, demikianpun segala tumbuh-tumbuhan yang hijau. Kejadian 9:3 Terjemahan Lama
    Betul ayat di atas adalah dalam kategori hewan, tetapi apakah semua hewan dan semua tumbuh-tumbuhan hijau boleh dimakan?
    Ayat ini adalah dalam konteks (dalam lingkup) binatang halal…
    Mengapa? Karena Nuh dan keluarganya telah mengetahui serta memahami binatang mana yang halal yaitu yang boleh dimakan dan binatang mana yang haram yaitu yang tidak boleh dimakan, ayatnya di dalam Kejadian 7:2 yang berbunyi: Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga setelah peristiwa air bah Nuh telah memahami yang mana binatang halal dan yang mana binatang haram, ayatnya yaitu Kejadian 8:20 yang berbunyi: Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
    Begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan hijau. Apakah semua tumbuh-tumbuhan hijau boleh dimakan? Banyak tumbuhan hijau yang beracun yang kalau manusia makan dalam beberapa saat langsung mati.
    Maksud Allah adalah semua tumbuh-tumbuhan yang adalah makanan, boleh dimakan, karena ada banyak tumbuh-tumbuhan yang bukan makanan, dan bila anda makan, anda dalam beberapa menit langsung mati. Apakah Allah menyuruh manusia untuk memakan juga tumbuh-tumbuhan beracun ini, yang mana setelah orang memakannya maka dalam beberapa menit langsung mati? Tentu tidak. Maksud Allah adalah semua tumbuh-tumbuhan yang adalah makanan, adalah makanan manusia.
    Jika (seandainya) saat keluar dari bahtera binatang haram sudah boleh dimakan, mengapa nanti di zaman bangsa Israel, Allah menyuruh untuk tidak boleh memakan daging binatang haram? ayat-ayatnya dapat anda baca dalam Imamat 11 dan ulangan 14. Apakah Allah tidak konsisten? Tentu tidak. Allah kita adalah Allah yang konsisten dan tidak berubah-ubah. Ibrani 13:8 berbunyi “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”
    Maksud Allah semua hewan boleh dimakan adalah sudah pasti semua binatang halal, karena binatang halal ini adalah binatang yang Allah tentukan untuk dimakan. Binatang haram tidak untuk dimakan. begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan, semua tumbuh-tumbuhan yang adalah makanan, adalah makanan manusia, bukan tumbuh-tumbuhan beracun yang setelah manusia makan lalu dalam beberapa saat langsung mati.
    Suatu ayat harus dilihat dari konteksnya, yaitu dalam konteks apa ayat itu berbicara.

  8. 8 April 2012 pukul 7:46 am

    Isa Almasih sudah menyempurnakan, sudah merevitalisasi, sudah mereformulasi, sudah menggenapi Hukum Taurat. Murid-murid Isa Almasih tidak hidup lagi dibawah Hukum Taurat, melainkan dibawah hukum Kasih. Pengorbanan Kristus di kayu Salib adalah penyelesaian akhir dari semua hukum Taurat. Itulah sebabnya Isa Almasih berkata, “Sudah selesai” di kayu Salib.

    Soal makanan halal dan haram, itu adalah hukum Kesehatan yang baik untuk kesehatan jasmani manusia, namun memakan makanan haram seperti babi sekalipun, tidak membuat Anda menjadi lebih berdosa daripada mereka yang setiap hari memakan makanan halal. Demikian juga, mereka yang memakan hanya tumbuh2an (vegetarian) tidak membuat mereka lebih suci daripada mereka yang memakan menu makanan haram bagi tubuhnya. Sebab, soal makanan dan minuman adalah santapan tubuh jasmani saja.

    Hari Sabat sudah disempurnakan dengan hari Kebangkitan Isa Almasih, terserah Anda akan memilih hari Sabtu atau hari Minggu. Saya memilih hari Minggu karena Kristus adalah pusat iman saya seperti juga para Rasul di gereja mula-mula. Sebab, ketika kedatangan Yesus Isa Almasih kedua kalinya, maka tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi hari-hari, tidak ada lagi gelap gulita yang membedakan hari-hari.. Yesus adalah terang dunia. Inilah Visi Iman Kristen yang jauh melampaui “perhitungan hari”.

    Gereja Advent, masih mematuhi hukum-hukum Taurat, seperti hari Sabat, tidak memakan makanan haram, vegetarian, tidak minum kopi dan teh, mengharamkan perayaan Paskah apalagi Natal, hari Minggu tidak bekerja melainkan hari libur.

    Penulis adalah murid Kristus, berarti Yesus Kristus Isa Almasih yang menjadi pusat Iman, pusat Pengharapan dan pusat Kasih.

    • Edward Balbed
      8 April 2012 pukul 9:20 am

      Apakah anda tidak mempelajari sejarah mengapa hari sabat hari perbaktian berpindah ke hari minggu?

      • 14 April 2012 pukul 8:37 am

        Jangan belajar dari buku Sejarah, itu adalah hasil olah pikir manusia, belajar langsung dari Alkitab.

      • Edward Balbed
        16 April 2012 pukul 6:31 am

        terimakasih atas sarannya silahkan anda pelajari dalam Alkitab, Bukankah Alkitab pun telah menubuatkan hal tersebut? Silahkan anda baca dalam Daniel 7:25

      • 16 April 2012 pukul 12:44 pm

        Pembahasan tentang Sabat dan Minggu telah saya mulai dengan tulisan saya dalam kategori tersendiri “Hari Sabat dan Minggu”. Silahkan di posting di sana saja agar diskusi lebih nyaman per satu topik

  9. Edward Balbed
    8 April 2012 pukul 9:20 am

    dan siapa yang mengubahnya?

  10. Edward Balbed
    8 April 2012 pukul 9:26 am

    Allah sama sekali tidak mengubah apa yang telah ditulis oleh jariNya sendiri (Keluaran 31:18) diatas loh batu di Gunung Sinai, yang mana MUSA sama sekali tidak diizinkan untuk menulisnya, bahkan saat Musa menghancurkan hukum tersebut, Allah meminta Musa naik kembali ke Gunung Sinai dan ALLAH menulisnya kembali (Ulangan 10:1-4), apa yang telah keluar dari mulut Allah tidak akan diubahNYA (Mazmur 89:35).

    • 14 April 2012 pukul 8:36 am

      Hal ini perlu pembahasan tersendiri soal hukum-hukum PL dan PB.

      • Edward Balbed
        16 April 2012 pukul 6:32 am

        Bolehkah saya minta pembahasannya? Terimakasih sebelumya..GBU

  11. Edward Balbed
    8 April 2012 pukul 9:35 am

    Ingat bahwa tubuh kita adalah bait Allah yang mana Roh Kudus tinggal didalamnya, jika ada yang mencoba bahkan membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia ( I Korintus 3:16:17), dalam bahasa Inggrisnya HARAM adalah UNCLEAN yang berarti TIDAK BERSIH / KOTOR, jadi jika kita memasukkan sesuatu yang KOTOR kedalam tubuh kita atau BAIT ALLAH maka bukankah sama saja kita sedang membinasakan BAIT ALLAH, sehingga akan membuat kita sakit dan akhirnya binasa.. GBU

    • 14 April 2012 pukul 8:35 am

      Kalau kita makan ikan belut, lalu dicerna oleh pencernaan manusia, lalu ujungnya adalah belut yang kita makan akan dibuang ke jamban alias WC. I Korintus 3:16-17 tidak bicara soal makanan minuman. Apa iya karena kita makan ikan belut seharga 13 000 perak di restoran, lalu disetarakan dengan membinasakan bait Allah kemudian Allah akan membinasakan kita oleh karena menu diet makan malam kita adalah ikan belut ? Ah akal sehat saya mengatakan tidak demikian.

      Demikian juga, masakan karena saya minum anggur sedikit untuk menghangatkan tubuh oleh karena musim dingin, lalu perbuatan itu disetarakan dengan membinasakan bait Allah yang kemudian Allah akan ganti membinasakan saya, hanya oleh karena menu diet minuman saya ada mengandung alkoholnya? Ah, akal sehat saya mengatakan tidak demikian.

      • Edward Balbed
        16 April 2012 pukul 6:43 am

        Banyak orang berpikir atas LOGIKAnya sendiri, dengan mengabaikan perintah ALLAH, saya sudah jelaskan bahwa ALLAH yang berfirman demikian: Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.” “Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. Ulangan 14:2,3 dan dalam Perjanjian Baru terdapat dalam I Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
        Sepertinya halnya KAIN yang mempersembahkan kurban kepada ALLAH berdasarkan LOGIKAnya, dia berpikir adalah baik mempersembahkan hasil panen yang melimpah dan yang terbaik bagi ALLAH, tetapi sayangnya ALLAH tidak menginginkan hal tersebut, terbukti ALLAH menolak persembahan dari KAIN dan menerima persembahan dari HABEL yang hanya seekor ANAK DOMBA (yang melambangkan KRISTUS sebagai PENEBUS)..

  12. 8 April 2012 pukul 2:29 pm

    Adakah satu orang Advent yang bersih tubuhnya dari semua makanan haram?

    Jangankan orang Advent, sedangkan saudara-saudara kita yang Muslim Haji saja, yang jelas-jelas mengharamkan makan babi, jelas-jelas mereka disuntik vaksin yang wajib yang mengandung hormon Babi di dalamnya, sebagai salah satu syarat untuk dapat diterima masuk negara Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Sampai saat ini belum ada vaksin khusus “made in Indonesia” yang bebas dari kandungan hormon babi tersebut.

    Siapakah Anda yang mengklaim diri tubuhnya CLEAN dari semua jenis makanan haram?

    • Edward Balbed
      9 April 2012 pukul 1:33 am

      Saya tidak mengatakan bahwa orang Advent bersih tubuhnya atau bahkan tidak berdosa, semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23). tetapi bukankah kita sebagai manusia berdosa perlu menghargai pengorbanan Kristus dikayu salib, dengan menjaga dan memelihara tubuh kita yang telah dibeli oleh darah Kristus untuk itu MULIAKANLAH ALLAH dengan TUBUHMU dan perlu diingat kembali bahwa TUBUH KITA BUKANLAH MILIK KITA SENDIRI..(I Korintus 6:19, 20) Kiranya Tuhan Memberkati..(Maaf Saya tidak membawa denominasi gereja)

      • 9 April 2012 pukul 4:12 pm

        Saya setuju bahwa kita harus menjaga tubuh kita karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Makanan yang kita santap adalah makanan tubuh jasmani kita. Kita perlu memakan makanan sehat, seperti yang diajarkan dalam PL dan juga terbukti benar sesuai ilmu pengetahuan. Saya tegaskan bahwa itu adalah Hukum kesehatan tubuh. Anda lakukan Anda sehat, tidak Anda lakukan Anda tidak berdosa. Sayangnya ajaran Advent mengajarkan bahwa memakan makanan haram adalah berakibat Dosa.

        Sampai disini kita berbeda. Sayangnya lagi, Anda malu menuliskan dari Gereja denominasi Anda berasal.

        Dalam Yesus kita bersaudara, tetapi dalam berdiskusi kita harus jelas posisi dan dari gereja mana kita berasal.

        Karena saya tidak tahu denominasi Anda, maka diskusi kita tutup sampai disini saja.

      • Edward Balbed
        10 April 2012 pukul 1:16 am

        Anda mengatakan bahwa itu adalah hukum kesehatan, bukankah hukum tersebut juga berasal dari TUHAN, dan sebagai bukti bahwa kita mengasihi TUHAN adalah dengan mentaati dan menuruti hukumNYA bukan?? Yohanes 14:15

      • Edward Balbed
        11 April 2012 pukul 3:47 am

        Menurut Imamat 11:7, apakah hanya babi hutan yang dilarang untuk dimakan dan babi yang dipelihara di rumah boleh dimakan?
        Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Imamat 11:7
        Menurut Imamat 11:7, apakah hanya babi hutan yang dilarang untuk dimakan dan babi yang dipelihara di rumah boleh dimakan? Kata yang tepat dapat anda temukan di Alkitab terjemahan lama:
        dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu. Imamat 11:7 Terjemahan Lama (TL)
        Alkitab terjemahan baru menerjemahkan babi hutan. Kata yang tepat adalah “babi” bukan “babi hutan”. Dalam Alkitab bahasa Inggris, anda tidak akan menemukan kata “babi hutan” karena memang yang dimaksudkan adalah babi. Semua babi masuk di dalamnya, bukan hanya babi hutan, babi yang dipelihara di rumah juga termasuk, karena apa? Baca kalimat selanjutnya di ayat tersebut, anda akan menemukan rumusnya yaitu karena semua babi berkuku belah yaitu kukunya bersela panjang tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
        Kita lihat bunyi Imamat 11:7 dari Alkitab terjemahan bahasa asli yaitu Alkitab King James Version (KJV) menerjemahkan dengan kata Swine. Swine artinya babi:
        And the swine, though he divide the hoof, and be clovenfooted, yet he cheweth not the cud; he is unclean to you. Leviticus 11:7 (KJV)
        Swine artinya babi, bukan babi hutan.
        Babi hutan dalam bahasa inggris adalah boar bukan swine, hog atau pig.
        Sebagai contoh silahkan buka kamus online seperti http://sederet.com/ atau http://kamus.net/
        Kita lihat juga bunyi Imamat 11:7 dari Alkitab Today’s English Version, menerjemahkan dengan kata pigs (babi-babi):
        Do not eat pigs. They must be considered unclean; they have divided hoofs, but do not chew the cud. Leviticus 11:7 (Today’s English Version)
        Jadi maksudnya adalah semua babi tidak boleh dimakan, karena semua babi pasti berkuku belah yaitu kukunya bersela panjang tetapi tidak memamah biak.

      • Edward Balbed
        12 April 2012 pukul 4:18 am

        Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika ada seorang dosen yang mengajarkan yang kurang tepat kepada para mahasiswanya? sementara dosen tersebut sudah tahu kebenarannya…

      • 14 April 2012 pukul 8:25 am

        Acuan saya dalam mengajar kepada mahasiswa adalah Alkitab.

      • Edward Balbed
        16 April 2012 pukul 6:46 am

        Jika demikian marilah kita berdiskusi hanya berdasarkan ALKITAB SAJA..saya senang dengan pendapat anda..

      • Edward Balbed
        13 April 2012 pukul 5:06 am

        Apakah I Korintus 6:12 menerangkan bahwa tidak ada lagi makanan haram dan halal?
        Pembahasan ayat berikutnya,
        I Korintus 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
        Apakah ayat ini menerangkan bahwa tidak ada lagi makanan haram dan halal?
        Judul I Korintus 6:12 adalah Nasihat terhadap percabulan.
        tidak berbicara mengenai daging binatang haram dan halal.
        Alkitab bahasa asli yaitu bahasa Gerika (Yunani) disebut: Panta moi exestin
        kata halal di ayat ini ialah exestin. kamus bahasa Yunani mengartikan exestin yaitu: It is proper, permitted or lawful; it is possible. Kata yang tepat untuk diterjemahkan adalah it is possible. Jadi ayat di atas artinya adalah “Segala sesuatu adalah mungkin bagiku”.
        Maksudnya adalah mungkin bagi Paulus untuk melakukan perzinahan/percabulan tapi Paulus tidak mau.

  13. Edward Balbed
    10 April 2012 pukul 1:18 am

    Larangan memakan daging binatang haram adalah dari TUHAN sendiri. Mengapa Tuhan melarang umatNya memakan daging binatang haram?
    Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.” “Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. Ulangan 14:2,3
    Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka: “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan…
    Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus….jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.
    Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi, yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.” Imamat 11:1-2,44-47
    Mengapa umat Tuhan tidak boleh memakan daging binatang/hewan yang haram? Karena Tuhan adalah Kudus, umatNya juga harus kudus dengan mengikuti perintahNya, salah satu perintah agar kita kudus adalah dengan tidak memakan daging yang Tuhan nyatakan haram.

    • 14 April 2012 pukul 8:21 am

      Dalam jaman PL, Tuhan Allah melarang umat Israel memakan makanan haram, sebagai tanda bahwa bangsa Israel adalah umat pilihan Allah pada masa itu. Jadi hanya sebagai tanda atau penciri atau kekhusussan bagi umat israel saja, yang membedakan umat Israel dari bangsa lainnya pada masa PL dahulu kala.

      Sama seperti Tuhan Allah kudus demikian juga umar pilihannya harus kudus juga, dan sebagai tanda/penciri/kekhususan maka janganlah memakan binatang-binatang haram seperti pada Imamat 11.

      Sekarang kita sudah hidup di jaman PB. Yesus Kristus sudah merevitalisasi, mereformulasi, menyempurnakan, menggenapi hukum Taurat, termasuk soal hari Sabat (akan didiskusikan tersendiri), soal makanan, minuman. Yesus dengan jelas menyebut semua makanan halal (Mrk.7:19).

      Tentu saja, sebagai mahluk berakal budi, kita belajar dari ilmu pengetahuan bahwa kita harus memilih mana makanan yang mendukung kesehatan kita.

      • Edward Balbed
        16 April 2012 pukul 7:14 am

        Menggenapi hukum taurat? BENAR saya setuju sekali bahwa telah menggenapi hukum taurat Matius 5:17.. tetapi hukum taurat yang mana? perlu kita ingat bahwa ada Empat pembagian dari hukum taurat:
        1. HUKUM UPACARA = Mengatur semua tata cara pemberian kurban, hari-hari raya, dll
        2. HUKUM SIPIL = Mengatur bagaimana jika ada bangsa Israel yang bertindak sewenang-wenang terhadap sesamanya.(Mata ganti mata, gigi ganti gigi), dll
        3. HUKUM KESEHATAN = Mengatur bagaimana orang Israel hidup KUDUS seperti buang air, cuci tangan sebelum makan, makanan HARAM dan HALAL, dll
        4. HUKUM MORAL = Mengatur bagaimana orang Israel bertingkahlaku terhadap ALLAH dan SESAMA Sepuluh Perintah.
        Dengan demikian HUKUM TAURAT YANG MANA yang telah DIGENAPI OLEH YESUS??? HUKUM UPACARA yang telah Yesus genapi melalui kematianNYA di SALIB. karena SEGALA SESUATU YANG ada dalam UPACARA TERSEBUT MELAMBANGKAN/BAYANGAN DARI YESUS itu sendiri (KURBANnya, Imamnya, Imam Besarnya, bahkan segala PERALATAN yang ada DALAM BAIT SUCI dilambangkan dengan pelayanan KRISTUS, itulah sebabnya ketika YESUS menyatakan SUDAH SELESAI “TIRAI DALAM BAIT SUCI TERKOYAK DARI ATAS KEBAWAH” mengapa? karena TIRAI TERSEBUT yang digunakan oleh PARA IMAM untuk MEMERCIKKAN DARAH KURBAN DARI ORANG YANG BERDOSA.) jadi HUKUM SIPIL tetap ada sampai sekarang buktinya ada penjara, sanksi bagi mereka yang berbuat jahat terhadap sesamanya; HUKUM KESEHATAN juga masih berlaku sampai sekarang, buktinya untuk mendapatkan hidup sehat kita harus CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN, BUANG AIR DITEMPATNYA, dan MAKAN MAKANAN YANG HALAL, demikian juga dengan HUKUM MORAL (SEPULUH PERINTAH) tentunya masih BERLAKU sampai sekarang termasuk perintah keempat tentang HARI SABAT..

  14. Edward Balbed
    10 April 2012 pukul 1:28 am

    Mengenai mengapa saya tidak ingin membawa denominasi asal gereja saya bukan karena saya malu mengakuinya, tetapi saya ingin lebih leluasa untuk mengemukakan pendapat saya mengenai pembahasan ini.. saya rindu untuk berbagi, dan berdiskusi, jadi marilah kita berdiskusi berdasarkan ALKITAB yang adalah dasar dari KEBENARAN KRISTEN (Yohanes 17:17)…maka saya rindu dan ingin kita berpendapat dan berkomentar dari ayat dalam ALKITAB saja..Untuk itu mengapa kita harus hentikan. Jika memang saudara ingin saya menyatakan dari denominasi mana saya berasal maka saya katakan, saya dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh..agar kita lebih dekat dan lebih akrab dalam berdiskusi..TUHAN YESUS MEMBERKATI

    • 14 April 2012 pukul 8:12 am

      Dalam Yesus kita bersaudara, ada perbedaan minor soal pemahaman soal makanan. Saya adalah Jemaat GMI dan Anda adalah Jemaat GMAHK. Ada perbedaan dan ada persamaan diantara kita. Posisi saya adalah bahwa makanan tidak membuat seseorang lebih suci. Saya tidak berdosa kalau saya memakan ikan belut misalnya, walaupun belut termasuk salah satu binatang haram dalam kitab Imamat 11.

      Berbeda dengan ajaran yang Anda terima yang tegas mengajarkan bahwa kalau Anda makan ikan belut maka Anda berdosa dan akan dilenyapkan oleh api saat penghakiman (Yes.66:15-17). Saya meyakini ajaran Yesus bahwa “Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Mat.15:11; lihat ayat 1-20).

      • Edward Balbed
        16 April 2012 pukul 7:21 am

        Bagi orang YAHUDI yang namanya makanan adalah yang HALAL bukan?Baca Judul dari Markus 7 ini (judul mewakili isi), baca keseluruhan Markus 7 ini (ayat kunci di dalam Markus 7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.inilah masalah yang timbul wal mulanya), dan baca juga cerita yang sama di dalam Matius 15:1-20 (ayat kunci di dalam Matius 15:20 yang berbunyi: Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”).
        Judul mewakili isi, judul Markus 7 ini adalah: Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Markus 7 ini yang paralel dengan Matius 15, tidak berbicara mengenai makanan haram dan halal tetapi berbicara mengenai ADAT ISTIADAT ORANG YAHUDI.

  15. Edward Balbed
    12 April 2012 pukul 4:19 am

    Menurut Markus 7:19, apakah Yesus menyatakan bahwa semua hewan (binatang) tidak ada lagi yang haram dan menjadi halal dan boleh dimakan?
    Kita Masuk di zaman Perjanjian Baru
    Dalam Alkitab tidak pernah ada masalah mengenai daging binatang haram dan daging binatang halal. Dalam menafsirkan ayat Alkitab tidak boleh keluar dari konteksnya, ayat Alkitab tidak pernah bertentangan satu dengan lainnya, biarkan Alkitab menerangkan dirinya sendiri.
    Daging haram tidak pernah disebutkan itu sebagai makanan, mari kita telusuri satu per satu ayat-ayat di Perjanjian Baru. Perlu anda ketahui bahwa tidak ada satu ayatpun di Perjanjian Baru yang mengatakan atau menyatakan bahwa Yesus atau murid-muridNya atau para Rasul memakan daging binatang haram. Masalah-masalah makanan dan minuman dalam perjanjian baru bukan masalah daging binatang haram dan daging binatang halal. Tetapi terbagi dalam 3 kategori besar, yaitu:
    1. Pembasuhan tangan, adat istiadat orang Yahudi yaitu tidak boleh makan dengan tangan najis, yaitu makanan tidak boleh dimakan bila tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dahulu (bukan pembasuhan tangan biasa). Yesus menyatakan semua makanan halal artinya adalah makanan boleh dimakan walaupun tidak melalui upacara pembasuhan tangan (Markus 7 paralel dengan Matius 15). Baca Matius 15:1-20 (ayat kunci di dalam Matius 15:20 yang berbunyi: Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang). Markus 7 dan Matius 15 ini tidak berbicara mengenai makanan haram halal. Kita akan pelajari lebih lanjut.
    2. Makanan minuman yang sudah tidak perlu lagi diadakan (dirayakan), yaitu makanan minuman yang menyangkut upacara-upacara bayangan yang sudah dipakukan di kayu salib, karena merupakan lambang atau wujud dari pada Yesus sendiri yang adalah korban (domba) yang sesungguhnya. Ini tidak berbicara tentang makanan/daging haram halal atau makanan minuman yang merusak tubuh atau juga vegetarian. Makanan haram dan halal atau makanan minuman yang merusak tubuh atau tentang vegetarian sangat tidak ada hubungan dengan makanan minuman yang mewujudkan atau melambangkan pengorbanan Yesus di salib. (Kolose 2:16,17; Ibrani 9:10). Kita akan pelajari lebih lanjut.
    3. Daging binatang halal yang sudah dipersembahkan kepada berhala, sehingga beberapa orang mengatakan bahwa daging halal itu adalah daging haram karena sudah dipersembahkan kepada berhala, dan yang lain mengatakan bahwa daging itu tetap halal karena mereka tidak percaya adanya berhala, Paulus mengatakan itu tergantung dari hati nurani anda, yang penting jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain (I Korintus 8:4-13; 10:14-33; I Timotius 4:1-5; Roma 14:17). Kita akan pelajari lebih lanjut.
    Mari kita bahas satu per satu ayat-ayat di Perjanjian Baru.
    Markus 7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
    Pertanyaan: Apakah Yesus menyatakan bahwa semua hewan (binatang) tidak ada lagi yang haram dan menjadi halal dan boleh dimakan? banyak orang berpatokan pada kalimat ini, mari kita selidiki baik-baik.
    Jawaban: Baca Judul dari Markus 7 ini (judul mewakili isi), baca keseluruhan Markus 7 ini (ayat kunci di dalam Markus 7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.), dan baca juga cerita yang sama di dalam Matius 15:1-20 (ayat kunci di dalam Matius 15:20 yang berbunyi: Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”).
    Judul mewakili isi, judul Markus 7 ini adalah: Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi. Markus 7 ini yang paralel dengan Matius 15, tidak berbicara mengenai makanan haram dan halal tetapi berbicara mengenai adat istiadat orang Yahudi.
    Bagaimana adat istiadat orang Yahudi?
    Orang Yahudi menganggap orang lain najis (haram) dimana kalau mereka (Yahudi) sebelum makan harus mengadakan pembasuhan tangan dan bahkan kalau pulang dari pasar harus mengadakan pembasuhan diri (Markus 7:2-5). Tujuan utama untuk mengadakan pembasuhan tangan dan pembasuhan diri ini adalah untuk menghilangkan kenajisan dari orang-orang yang bukan Yahudi.
    Orang Yahudi menganggap semua orang selain mereka adalah najis, hanya mereka saja yang suci, hanya kena bayangan orang lain (selain Yahudi) saja mereka menganggap mereka sudah najis, apalagi kalo bepergian, dan suatu hal yang tidak mungkin untuk makan dengan orang lain (selain Yahudi), itulah sebabnya mereka pernah menegur Yesus karena makan dengan orang berdosa, ayatnya dalam Matius 9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” juga dalam Lukas 19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
    Ok, kembali ke pertanyaan diatas, jadi jawabannya adalah karena Yahudi menganggap bahwa orang lain adalah najis, untuk itu adat istiadat mereka harus selalu mengadakan pembasuhan tangan dulu baru boleh makan, apalagi kalau pulang dari pasar, mereka harus mengadakan pembasuhan diri dulu baru boleh makan (baca Markus 7:2-5). inilah yang Yesus tidak suka, oleh karena itu Yesus menyatakan semua makanan halal, maksudnya adalah makanan boleh dimakan walaupun tidak melalui pembasuhan tangan… ayatnya di dalam Matius 15:20 yang berbunyi: Itulah yang menajiskan orang.
    Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.” Pembasuhan tangan orang Yahudi bukan pembasuhan tangan biasa, anda bisa bayangkan bagaimana jika seseorang membasuh tangan untuk menghilangkan sesuatu kenajisan, tujuan orang Yahudi mengadakan pembasuhan tangan dan bahkan pembasuhan diri ini bukan untuk menjaga kebersihan tetapi untuk menghilangkan kenajisan karena menganggap orang lain najis. Pertanyaan selanjutnya kalau begitu apakah Yesus tidak cuci tangan baru Ia makan? Kalau begitu Yesus tidak jaga kebersihan, apakah demikian? Orang Yahudi bukan sekedar cuci tangan, tetapi mengadakan upacara pembasuhan tangan. Yesus cuci tangan tetapi tidak ikut upacara pembasuhan tangan.
    Sebenarnya jika anda melihat bahasa asli Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani yang diterjemahkan oleh King James Version (KJV) yang merupakan terjemahan asli, maka Markus 7:19 pada terjemahan baru (TB) yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ini sebenarnya tidak ada tambahan kalimat “dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal”. Terjemahan yang tepat dapat anda lihat di Alkitab terjemahan lama (TL) oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), mari kita lihat:
    Terjemahan bahasa Yunani (Gerika) : o t i o u k e i s p o r e u e t a i a u t o u e i V t h n k a r d i a n a l l ¢ k o i l i a n , k a i e i V t o n a f e d r w n a e k p o r e u e t a i , k a q a r i z w n p a n t a t a b r w m a t a ; (oti ouk eisporeuetai autou eiV thn kardian all¢ koilian, kai eiV ton afedrwna ekporeuetai, kaqarizwn panta ta brwmata).
    Terjemahan King James Version (KJV) adalah terjemahan dari bahasa asli : “Because it entereth not into his heart, but into the belly, and goeth out into the draught, purging all meats?”
    Terjemahan yang tepat dapat anda lihat di Alkitab terjemahan lama yaitu : “Karena itu bukannya masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut, lalu keluar ke dalam jamban, dengan demikianlah membersihkan segala makanan itu?” Markus 7:19 Terjemahan Lama (TL).
    Inilah arti yang tepat dari Markus 7:19 yang bisa kita temukan di Alkitab terjemahan lama, tetapi kita tidak perlu khawatir dan bingung dengan terjemahan baru, karena kita bisa mengerti dengan baik maksud Yesus. Untuk itulah kita disini belajar, menyelidiki Alkitab. Perlu anda ketahui bahwa tidak ada satu ayatpun di Perjanjian Baru yang mengatakan atau menyatakan bahwa Yesus atau murid-muridNya atau para Rasul memakan daging binatang haram. Mari kita telusuri satu per satu ayat-ayat selanjutnya dalam Perjanjian baru. Ok kita lanjutkan ke pembahasan ayat selanjutnya.

  16. ahok
    28 Agustus 2012 pukul 9:11 am

    apakah buah yg dimakan oleh adam dan hawa itu adalah buah yg merusak kesehatan, sehingga manusiapun jatuh kedalam dosa? pada intinya Allah mengajarkan kita tentang penurutan!!yg haram jgn dikonsumsi !! simple aja!! btw rokok yg jelas sangat merusak kesehatan aja masih kamu hisap. bagaimana itu??

    • 13 September 2012 pukul 6:11 am

      Buah dalam taman Eden bukanlah sejenis buah haram atau buah halal. Alkitab tidak menuliskan hal itu saudaraku Ahok. Soal merokok, aturan pemerintah sudah jelas bahwa merokok merusak kesehatan.

  17. Sonya
    12 September 2012 pukul 1:51 pm

    Shalom bpk Darwin, saya mungkin orang Awam mengenai alkitab tapi satu Hal yang pasti yg saya tahu hukum yg Allah buat tdk pernah berubah termasuk hukum taurat(yoh 5:17).kalau Ada asumsi PL tdk berlaku lagi,kalau begitu mari kits robek Saja semua PL di alkitab toh tidak berlaku lagi Hanya tuk Bacaan angin lalu.Agama tidak menyelamatkan manusia,agama itu sendiripun buat an manusia Tuhan juga tidak Tanya agama Kita waktu Dia datang,yg Dia Tanya apakah Kita Sudah menuruti perintah Dan ajaranNya? AjaranNya yg mana ,ajaranNya Sudah jelas Yaitu hukum Kasih, Kasih kepada Allah(hukum taurat 1-4) Dan Kasih kepada manusia(hukum taurat 5-10)….dalam Hal ini semua memang digenapi oleh Kasih. Jadi kalau mengaku KRISTEN yang artinya Pengikut Kristus, ikutlah juga semua teladan,ajaranNya Dan perintahnya Tanpa kecuali. Amiennn……..

    • 13 September 2012 pukul 6:09 am

      Selembar kitab PL jangan lah dibuang! Gusti Yesus Isa Almasih adalah penggenapan dari hukum Taurat. Bagi Tuhan yang kekal dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, Tuhan Semesta alam selalu melihat segala sesuatu dari dimensi kekekalan. Sehingga bagi Dia, baik Anda beribadah hari Sabtu atau hari Minggu, tidak ada perbedaan hari bagi Tuhan Semesta Alam.

      KIta manusia fana ini, melihat segala sesuatu masih terbatas dalam dimensi ruang dan waktu, sehingga Sonya memandang mereka yang beribadah hari Minggu dianggap melanggar hukum Tuhan. Adakah dalam PB ditegaskan agar kita beribadah hari Sabat? Tidak ada! Isa Almasih di dalam PB tidak pernah menegaskan ulang akan keharusan menguduskan hari Sabat!

      • 18 September 2012 pukul 11:48 am

        Wah,saya sebenarnya cm pgn tahu cara sehat yg sesuai alkitab.tp kok diskusinya rame gini ya?? Jangan seenaknya menyebut hamba Tuhan bebal,itu sama aja menghina Tuhan loo.. Ini Hukum kasihnya mana ya?? Hhe.. Maju terus Amang..!🙂

  18. ahok
    17 September 2012 pukul 6:28 am

    kata ” BEBAL ” itu diciptakan utk org seperti bpk darwin ini.

    • 27 September 2012 pukul 2:57 am

      Ams 14:7 Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya. Jadi dari definisi ini jelaslah bahwa orang bebal adalah orang yang tidak berpengetahuan atau tidak mau belajar… Kiranya kita semua (Sdr Ahok dan saya dan semua pembaca) dijauhkan dari hal seperti ini. Marilah kita terus menerus belajar agar jangan sampai disebut orang bebal.. GBU

  19. ioesjaya
    25 April 2013 pukul 6:59 pm

    ini teguran bagi orang2 yang tetap melakukan hukum taurat, setelah ada Tuhan Yesus, hukum kasih yang berlaku.

    “Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!”
    “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”
    “Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!”
    “Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.”
    “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.”
    “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.”

    apa yang menjadi kekhawatiran kita? akan binasa jika melanggar hukum taurat dengan memakan makanan yang di haramkan Tuhan?

    “Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,”
    “karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban? Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.”

    Tetapi

    “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.”

    apa yang haram kata Nya?

    “Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,”
    “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,”
    “perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.”
    “Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

    jadi apa kekhawatiran mu tentang apa yang kamu makan?

    “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”
    “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?”
    “Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?”
    “Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.”
    “Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!”
    “Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.”
    “Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.”

    ini yang terpenting selain mengkhawatirkan makanan

    “Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.”
    “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”

    apa itu dosa ?

    “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.”

    apa itu hukum Allah?

    “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
    “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
    “Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.”
    “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
    “ada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
    “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”

    gimana cara manusia bisa selamat?

    “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,”
    “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
    “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
    “kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
    “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani”
    “supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.”
    “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.”
    “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,”
    “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
    “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”
    “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

    karena kasih karunia Allah, bukan karena usaha kita melakukan hukum taurat, hanya karena kasih karunia dan melalui Yesus Kristus
    bagaimana caranya mendapatkan kasih karunia Allah?

    “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.”
    “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”

    JANGAN pernah membaca Alkitab seperti membaca Novel atau Komik, yang untuk mengerti isinya harus tau latar belakang sejarahnya kenapa ayat itu ada. Manusia sekarang membaca Alkitab berusaha untuk membawa kita ke saat jaman itu dan mulai menafsirkannya bahwa itu tidak cocok untuk ini, itu berbicara hanya tentang yang ini saja, tidak ada kaitannya dengan yang itu. Firman Tuhan itu uptodate, di terapkan kapan pun untuk apa pun itu menjawab semua pertanyaan manusia saat ini. Bahkan hanya 1 kalimat saja itu bisa menjawab semuanya.
    Alkitab adalah salah satu sarana Tuhan berbicara dan memberi tahu isi hatinya kepada manusia saat ini. Minta Hikmat, Berdoa dan Tuhan akan menunjukan ayatnya dimana DIA akan menjawab. Jangan Menjadi Sesat!!! Cukup percaya saja dan jangan keras hati. Renungkan Firman-Nya, bukan alur ceritanya.

    Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua

  20. 19 Juni 2013 pukul 4:08 am

    wow…amazing,semua yg dimakan manusia ternyata diharamkan, jgnlah kamu itu menambah-nambahkan apa yg diajarkan Alkitab,sudah cukup jelas, ingat, Tuhan membenci orang yang suka berdusta,saya tahu anda it Dr, tapi itu hanya jabatan, sampai mana ilmu anda mempelajari Alkitab?
    setelah saya selidiki maksud anda, anda itu sama saja omong kosong, jgn lah anda munafik..anda sendiri diwaktu kecil pasti pernah diberikan orang tua anda ikan yg bersisik dan gk bersisik, itu dilakukan orang tua anda untuk menjaga Antibodi anda, yg mnjadi saya bingungkan, kenapa anda mengharamkan makanan yg dimakan manusia, ingat ea Amang, tanpa ikan yang anda terterakan seperti diatas, anda tidak ada didunia ini.,jdi jgnlah munafik, pengkhianat, seperti Yudas ISkariot…
    you know????:/

    • 4 Agustus 2013 pukul 3:14 am

      Kalau dibaca diskusi ini dari atas dengan baik, maka akan jelas posisi saya soal makanan halal atau makanan haram.

      • gerardo
        31 Agustus 2013 pukul 1:04 pm

        kalo haram atau halal bisa dibaca di markus 7 ayat 19
        isinya “karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

  21. benita
    11 Agustus 2013 pukul 2:00 pm

    Soal Firman Tuhan..baca Yoh 1: 1″pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama – sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Coba baca arti kata Taurat dlm kamus LAI…jadi tidak ada yg tidak dilakukan semuanya harus..Yesus datang kedunia bukan berarti menggenapi PL seluruhnya jd dlm PL jgn berzinah klu di katakan digenapi ya sudah berzinahlah..jd hrs hati2 kita berbicara Firman Tuhan ini. Cobaca Mat 5 : 17 – 18… Klu menambahi. Akibatnya wahyu 22 : 18 – 19

  22. benita
    11 Agustus 2013 pukul 2:08 pm

    Yesus datang juga hanya untuk mati bagi dosa2 kita bukan disuru melanggari memakan yg haram. Baca ibr 9:13-14 & 26 – 28, 10: 18
    G

  23. gerardo
    31 Agustus 2013 pukul 1:02 pm

    om-om tolong baca lagi markus 7 ayat 19,
    isinya berbunyi “karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.”
    jadi, haram di PL itu cuma buat ngebedain org barbar, dan orang2 allah

  24. petrus
    16 Desember 2013 pukul 6:23 am

    Darwin Pangaribuan :
    Isa Almasih sudah menyempurnakan, sudah merevitalisasi, sudah mereformulasi, sudah menggenapi Hukum Taurat. Murid-murid Isa Almasih tidak hidup lagi dibawah Hukum Taurat, melainkan dibawah hukum Kasih. Pengorbanan Kristus di kayu Salib adalah penyelesaian akhir dari semua hukum Taurat. Itulah sebabnya Isa Almasih berkata, “Sudah selesai” di kayu Salib.
    Soal makanan halal dan haram, itu adalah hukum Kesehatan yang baik untuk kesehatan jasmani manusia, namun memakan makanan haram seperti babi sekalipun, tidak membuat Anda menjadi lebih berdosa daripada mereka yang setiap hari memakan makanan halal. Demikian juga, mereka yang memakan hanya tumbuh2an (vegetarian) tidak membuat mereka lebih suci daripada mereka yang memakan menu makanan haram bagi tubuhnya. Sebab, soal makanan dan minuman adalah santapan tubuh jasmani saja.
    Hari Sabat sudah disempurnakan dengan hari Kebangkitan Isa Almasih, terserah Anda akan memilih hari Sabtu atau hari Minggu. Saya memilih hari Minggu karena Kristus adalah pusat iman saya seperti juga para Rasul di gereja mula-mula. Sebab, ketika kedatangan Yesus Isa Almasih kedua kalinya, maka tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi hari-hari, tidak ada lagi gelap gulita yang membedakan hari-hari.. Yesus adalah terang dunia. Inilah Visi Iman Kristen yang jauh melampaui “perhitungan hari”.
    Gereja Advent, masih mematuhi hukum-hukum Taurat, seperti hari Sabat, tidak memakan makanan haram, vegetarian, tidak minum kopi dan teh, mengharamkan perayaan Paskah apalagi Natal, hari Minggu tidak bekerja melainkan hari libur.
    Penulis adalah murid Kristus, berarti Yesus Kristus Isa Almasih yang menjadi pusat Iman, pusat Pengharapan dan pusat Kasih.

  25. petrus
    16 Desember 2013 pukul 7:17 am

    Tenntang makanan halal dan tidak halal tidaklah kita membaca dalam kisah rasul 10:11-16? Ringkasan ceritanya sebagai berikut: Petrus sepanjang hidupnya belum pernah sekalipun makan daging yang tidak halal, ketika kuasa ilahi meliputi rohnya, selembar kain yang keempat sudutnya terganung dan di dalamnya didapati berbagai binatang yang tidak halal menurut hkum Taurat, Petrus diminta untuk menyembelih dan memakan dagingnya, namun Petrus menolaknya. Hal yang sebetulnya kurang difahami oleh Petrus adalah bahwa kematian Yesus telah menggantikan kutak/tulah hukum Taurat. Apa yang dinyatakan halal oleh Allah tidak boleh engkau nyatakan haram. Halini sampai diulang tiga kali. Soal makan daging binatang tidak halal dan tidak, itu bukan persoalan bagi kita umat Kristiani, yang harus kita ketahui adalah kematian Yesus adalah melepaskan kita dari kutuk/tulah hukum Taurat, karena kutuk/tulah hukum Taurat itu telah ditangung oleh Yesus di kayu salib, Gal 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesaya 53:4 Tetapi sesunguhnya, penyakit kitalah yang ditangungnya, dan kesengsaraan kita yang dipkulnya, padahal kita mengira dia (Yesus) ke tulah, dipikuldan ditindas Allah.

    • guido
      4 Januari 2014 pukul 5:22 pm

      saya punya pendapat seperti ini, mohon masukan saudara saudara sekalian :
      Gelar Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah. Domba adalah korban sembelihan sebagai perantara perdamaian antara manusia dengan Allah. Sebelum Yesus Kristus datang ke dunia, setiap pelanggaran manusia haruslah digantikan dengan kurban sebagai lambang itikad berdamai dengan Allah. Setelah Yesus mengorbankan diriNya diatas kayu salib semua kurban yang seharusnya dipakai untuk perdamaian pelanggaran tidak dipandang lagi karena sudah digantikan dengan kurban yang paling sempurna yaitu darah Yesus sendiri. Jadi bisa dibilang bilamana manusia mau berdamai dengan Allah sudah disiapkan kurban yang sempurna dari Allah sendiri yaitu AnakNya. Berarti benar yang tertulis bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum taurat melainkan mengenapinya (menjadi kurban yang berkenan dimata Allah). Jadi menurut saya hukum taurat yang ada di PL dan atributnya (haram-halal) tidaklah berubah hanya kurban sembelihannya saja yang berubah, serta penerapan hukum taurat yang lebih melihat sisi moral manusiawi (kasih) bukan semata mata adat istiadat bangsa yahudi. Semua ciptaanNya adalah sempurna, baik itu tumbuhan maupun binatang. Opium baik bila dipakai sebagai campuran obat obatan, opium haram bila dipakai untuk narkotika apalagi kalau dimakan. Babi baik bila diolah sebagai sarana pengobatan (serum, benang jahit untuk bedah, dll) tp bisa haram kalau dimakan (kolesterol nya sangat tinggi, bukannya sehat malah sakit). Alkohol baik bila digunakan sebagai bahan pelarut dan antiseptik tapi haram bila diminum (merusak susunan syaraf pusat diotak). Saya rasa tumbuhan dan binatang yang haram diciptakan Allah memang kegunaannya bukan untuk dimakan. Jesus Bless Us

  26. AAN
    15 Januari 2014 pukul 5:28 am

    DASAR DARI SEGALA SESUATU ADALAH ALKITAB,FIRMAN diatas segalanyn,secara logika, pengetahuan manusia mempunyai keterbatasan,sdngkan Firman tidak terbatas.

  27. A
    15 Januari 2014 pukul 6:14 am

    DASAR dari segala sesuatu adalah ALKITAB

  28. elizabeth
    13 Maret 2014 pukul 1:30 pm

    Roma 14:3 Siapa yang makan janganlah menghina orang yang tidak makan dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan

  29. elizabeth
    13 Maret 2014 pukul 1:55 pm

    Roma 14:17 Sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus.

  30. RIAN MAMASA
    18 April 2014 pukul 3:36 pm

    ILMU PENGETAHUAN,penuntun mempelajari Alkitab,dan setiap persepsi harus punya dasar dr Alkitab.Sejarah,konteks,judul isi harus saling berkaitan supaya kita dpt memahami Firman.Untuk memahmi suatu bacaan,,harus memahami judul,konteks,sbgai inti bacaan.Dari yg saya pelajari mulai Protestan,pantekosta,hanya GMAHK memng warisan gereja akhir zaman yang taat pada hukum dan punya
    kesaksian Yesus,sesuai Kitab WAHYU,

  31. 14 September 2016 pukul 2:10 am

    sy doyan makan babi,,enak banget,,cuma darah nya tidak,,takut darah nya nuntut ke sy nantinya,seperti kata alkitab,,iiihhhh atuuutt..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: