Beranda > Catatan kotbah > Belajar Makna Natal dari Kisah Orang Majus

Belajar Makna Natal dari Kisah Orang Majus

Minggu 18 Desember 2011, saya dalam kapasitas sebagai ketua DPD PIKI Lampung  mendapat kesempatan untuk menyampaikan renungan/kotbah di Radio Republik Indonesia (RRI) Bandar Lampung, pada 90.9 FM programa 1 atau 1035 AM.

 

 

Adapun tema yang saya angkat adalah tentang orang Majus.  Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah orang Majus ini

 

NATAL BERARTI BERTANYA (WHERE) “DIMANAKAH DIA”

 

Pertanyaan pertama yang diajukan oleh orang Majus adalah dimana (where), lengkapnya,  “Dimanakah Dia ?”  (Matius 2:2a).  Pertanyaan yang sama seringkali diajukan oleh banyak ilmuwan di dunia.  Dimanakah Dia dalam proses penciptaan alam semesta ini?  Jawaban pertanyaan ini membagi ilmuwan kedalam dua kelompok yaitu, kelompok pertama  ilmuwan yang percaya kreasi Allah (creationist), dan kelompok kedua yaitu ilmuwan pro-evolusi (evolutionist).   Penganut teori evolusi percaya bahwa alam semesta ini tercipta sebagai proses acak (random) tanpa adanya rencana (design) dari Sang Kreator.  Sebaliknya, ilmuwan yang percaya akan kebenaran Alkitab Kejadian pasal 1, yakin bahwa alam semesta ini adalah kreasi dari Allah Al-Khalik.

 

Hemat penulis, orang Majus adalah termasuk kelompok pertama, yaitu kelompok yang percaya bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Sang Kreator Agung.  Orang Majus menggunakan pengetahuannya bukan untuk menyangkal Allah,  sebaliknya justru menggunakan pengetahuan astronominya untuk mencari dan menemukan Allah.

 

Orang Majus menggunakan wahyu umum berupa tanda-tanda bintang di langit untuk mencari Tuhan.  Sejatinya, wahyu umum diberikan sebagai tanda-tanda umum yang dapat dikenali oleh semua orang.  Wahyu umum itu berupa ciptaan alam semesta ciptaan Al-Khalik.  Sang Kreator Agung.  Wahyu umum itu diberikan kepada semua orang.

 

Pertanyaan orang Majus adalah pertanyaan kita para pendengar setia RRI juga yaitu, “Dimanakah Dia?”  Apakah Gusti Yesus ada di dalam kita ataukah  Gusti Yesus ada di luar kita?      Seberapa gigih kita mencari Dia? Seberapa besar kerinduan kita untuk mengenal Dia, mengembangkan hubungan personal dengan Dia, mencari dahulu Kerjaan Allah dan kebenaran-Nya? Ataukah, kita terlalu sibuk dengan aktivitas ‘penting’ kita?  Jadi Natal berarti kembali bertanya dimanakah Yesus di dalam kehidupan kita?  Mari kita kembali berhubungan dengan Dia, khususnya awal tahun baru 2012 ini mari kita perbaharui komitmen kita untuk menjalin hubungan yang akrab dan mesra dengan Gusti Yesus.

 

Kategori:Catatan kotbah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: