Beranda > Artikel Pikiran Kristus > Tumbuhan dan manusia

Tumbuhan dan manusia

TUMBUHAN dan MANUSIA

Sadarkah kita bahwa tumbuhan lebih dulu diciptakan daripada manusia.  Jadi bukan manusia dulu baru kemudian  tumbuhan diciptakan oleh Sang Khalik.  Dalam Kitab Kejadian pasal 1.. Allah Al-Khalik menciptakan alam semesta dengan segala isinya dalam tata-urutan yang teratur, logis, dan sistematis.  Dia tidak menciptakan alam semesta ini secara acak atau ‘sembarangan’, tetapi Allah Maha Cerdas merencanakan dan menciptakan alam semesta ini dengan sempurna dan untuk maksud kekal.

Dalam  masa “7 hari” penciptaan, manusia diciptakan Allah bukan pada “hari pertama”, bukan pada “hari ketiga”, tetapi pada “hari ke enam”, yaitu satu  “hari”  sebelum Dia menciptakan hari Sabat.  Bisa jadi tanpa kita sadari, selama ini kita merasa bahwa manusia  adalah mahluk ciptaan Allah yang lebih unggul (baca: “lebih dulu”) daripada ciptaan lainnya.  Kita menganggap diri kita sebagai manusia pemilik dan penguasa isi bumi ini.

Firman Allah dengan jelas mengatakan bahwa isi alam semesta ini diciptakan lebih dahulu daripada kita manusia.  Tumbuhan dan hewan adalah mahluk hidup yang diciptakan  mendahului penciptaan manusia.  Hanya saja, kita manusia diciptakan Tuhan dengan maksud khusus untuk menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26).

Apakah maksud Allah dengan urutan penciptaan demikian?  Sama seperti kita menghormati mereka yang lebih tua daripada kita,-seperti orang tua kita atau guru kita; demikian pula halnya kita patut memberikan apresiasi kepada tumbuhan sebagai organisme hidup yang lebih dulu tercipta daripada kita.  Bagaimana pengertian sederhana ini dapat diterapkan dalam praksis kehidupan kita sehari-hari ?

Banyak manfaat kita peroleh dari tumbuhan. Tumbuhan adalah selimut hijau permukaan bumi yang memberikan kita kesejukan saat udara panas, memasok oksigen agar kita lega bernafas, menjaga sumber air agar tidak kering, dan menjaga keseimbangan ekosistem alam.  Pada dasarnya, kita diberikan mandat oleh Tuhan untuk mengapresiasi dan memanfaatkan tumbuhan (Kejadian 1:29 dan Mazmur 104:14).  Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita buat terhadap suatu tumbuhan  adalah keputusan dengan mengatasnamakan seluruh manusia!

Ketika pohon ditanam di halaman rumah, atau pohon ditebang dari hutan secara tidak bertanggung jawab. Pada hakekatnya itu berarti kita menamam atau mencabut pohon atas nama seluruh manusia di bumi.   Kalau saja manusia mengapresiasi tumbuhan dengan lebih baik, maka ia akan berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menebang pohon atau merusak hutan.  Sehingga bencana kekeringan atau banjir karena hutan dirusak tidak akan terjadi.

Isi bumi ini diciptakan lebih dulu sebelum manusia, itu berarti bahwa manusia adalah milik bumi, dan bukan sebaliknya bahwa bumi milik manusia.  Manusia adalah sebagian kecil saja dari alam semesta ini.  Pemazmur mengibaratkan hari-hari manusia seperti rumput atau bunga di padang (Mazmur 103:15).

Adakah pohon ditanam dihalaman rumah Anda ?  Lebih jauh, apakah kita mengapresiasi tumbuhan dengan cara melihara tanaman  agar ia tumbuh sehat ?   Sebetulnya, dengan kita mencintai dan merawat tanaman di sekitar rumah dan lingkungan  berarti kita menaruh respek terhadap ciptaan dan Penciptanya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: