Beranda > Artikel Pikiran Kristus > Kerajaan Surga Ibarat Suatu Benih

Kerajaan Surga Ibarat Suatu Benih

Tuhan Jesus mengibaratkan Kerajaan Surga sebagai benih sawi yang sedang tumbuh (Matius 13:31-32).  Pertumbuhan iman seseorang mirip dengan  proses pertumbuhan benih sawi.  Dalam khasanah ilmu pertanian, benih sawi adalah benih sayuran yang paling kecil ukurannya.  Bagaimana sebuah benih yang berukuran kecil dapat bertumbuh besar dan menjadi tanaman berdaun lebar yang dapat dikonsumsi manusia.   Tiga  unsur pokok yang diperlukan  tanaman untuk bertumbuh dan berkembang, yaitu (a) sinar matahari, (b) air dan (c) tanah.

Sinar matahari adalah sumber energi utama dalam pertumbuhan tanaman sawi.  Daun tanaman akan menangkap energi matahari dalam proses fotosintesis sehingga dihasilkan karbohidrat yang akan dimanfaatkan tanaman untuk berkembang.  Agar iman kita dapat bertumbuh, diperlukan cahaya kehidupan yaitu Tuhan Jesus, Ia berkata “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12).  Tanpa Dia, maka rohani kita tidak akan bertumbuh dan sukar menghasilkan buah-buah kehidupan.

Unsur pokok berikutnya untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah air.  Tanaman perlu disiram setiap hari, tanpa air maka tanaman akan layu dan akhirnya mati.  Sebetulnya, 90 % kandungan utama dari sayuran atau buahan adalah air.  Tuhan Jesus berkata bahwa Dia adalah sumber air kehidupan. “Barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum” (Yohanes 7:37)  Setiap hari kita perlu disirami dengan air kehidupan. Membaca firman tuhan melalui renungan harian setiap hari adalah menyirami jiwa kita agar tidak layu dan tidak kering, sehingga buah kehidupan kita akan diwarnai dengan kebenaran firman Tuhan.

Unsur yang terakhir adalah tanah yang subur.  Tanah diperlukan tanaman untuk berakar dan mencari makanan.  Tanah dapat diibaratkan sebagai gereja tempat kita beribadah.  Kita harus terlibat aktif dalam gereja kita masing-masing, agar kita dapat berakar dan mendapat makanan rohani yang cukup. Demikian juga, gereja yang sehat adalah gereja yang menjadi tanah yang subur bagi jemaatnya.

Apabila tanaman sawi ditumbuhkembangkan dengan cahaya matahari, air dan tanah yang optimal, maka buahnya adalah sayuran bergizi.  Sekecil apapun kepercayaan kita pada Dia, namun apabila kita ditumbuhkembangkan dalam relasi yang akrab dengan Sang Pencipta, disirami setiap hari dengan firman Allah, dan berakar dalam jemaat, maka kita akan menghasilkan buah-buah rohani.

Bandar Lampung, 13 Juli 2010

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: