Arsip

Arsip Penulis

Beasiswa Teologi

scholarship 2

Syalom Bro and Sis

 

Sekarang ini jalan untuk sekolah memperoleh beasiswa pascasarjana ke luar negeri terbuka lebar melalui jalur beasiswa dari negara.  Beasiswa ini disebut dengan beasiswa pendidikan indonesia.  Semua informasi tentang beasiswa ini dapat dibaca di www.lpdp.depkeu.go.id.  Ini adalah beasiswa bagi putra putri terbaik seluruh anak bangsa, untuk melanjutkan pendidikan tinggi pascasarjana dalam dan luar negeri, dan juga bantuan penyelesaian tesis program magister atau disertasi doktor. Selain itu juga ada tawaran beasiswa pascasarjana dari luar negeri dapat dilihat disini beasiswa pascarjana

 

Beasiswa LPDP ini sangat dianjurkan bagi mahasiswa umum maupun mahasiswa teologi dari STT dll dan juga dianjurkan diambil oleh dosen-dosen perguruan tinggi umum atau dosen STT. Bidang ilmu teologia kristen  tidak masuk  dalam skema beasiswa ini.  Tetapi dosen STT atau hamba Tuhan yang ingin mendalami bidang rumpun ilmu sosial humaniora atau sosial keagamaan dapat mencoba melamar beasiswa ini.  Guru-guru dll  bisa juga mencoba melamar beasiswa ini.

 

Badan Pendidikan Wilayah, Rektor, Direktur, Pimpinan Perguruan  sangat  dianjurkan memberikan informasi ini ke kampus dan sekolah.  Para pemimpin dan pelayan perlu memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak-anak terang penerus generasi bangsa, agar giat belajar dan berprestasi. Semua informasi tentang teknis pendaftaran dapat dilihat dalam web site di atas. Beasiswa ini terbuka untuk semua anak bangsa, baik fresh graduate, alumni karyawan swasta dll.  Ayo jemaat semua, berdoa, bekerja dan berprestasilah dan coba melamar beasiswa ini.

 

Saya sudah pernah mendapat beasiswa pascasarjana, oleh sebab itu saya ingin memotivasi dan menginspirasi anak anak terang untuk merebut beasiswa dalam bentuk seminar dll.

Ayo, rebut beasiswa!

 

Ingat 4 M untuk menjalin persahabatan

4 M   Rumus untuk menjalin persahabatan adalah 4 M, simak gambar disamping ini:

1.  Menegur jangan sampai menghina

2.  Mendidik jangan sampai memaki

3.  Meminta jangan sampai memaksa

4.  Memberi jangan sampai mengungkit

CARA PRAKTIS DAN MUDAH 4 LANGKAH DOWNLOAD DARI YOUTUBE

CARA PRAKTIS DAN MUDAH 4 LANGKAH DOWNLOAD DARI YOUTUBE

1.  Buka tayangan youtube yang kita mau download, misal

http://www.youtube.com/watch?v=bPBvSBRaLfo

Copy alamat ini

2.   Buka  http://en.savefrom.net./

3.   Paste  kan alamat nomor 1 ke website nomor 2

4.   Pilih format video dan simpan di flash disk Anda.  Selesai.  Mudah kan?

Perang terhadap Kebiasaan Masturbasi dan Pornografi

mastur

Setelah mengikuti Methodst Men Camp, banyak kesadaran baru tumbuh dalam diri saya.  Salah satu kebiasaan lama saya sewaktu remaja adalah melakukan onani atau masturbasi, kemudian setelah dewasa pernah melihat gambar-gambar jorok.  Semua itu adalah kejahatan, mata dan pikiran dipakai untuk melihat hal yang sia-sia.  Jujur saja, bahwa saya hanya sampai sejauh itu.  Saya tidak pernah melangkah lebih jauh dari dosa onani melihat gambar-gambar jorok.  Sesuai dengan pertumbuhan rohani, saya harus hidup kudus dan suci.

Dengan kesadaran baru sebagai anak terang, dengan ini saya harus maju berperang melawan semua nafsu duniawi masturbasi dan pornografi tersebut.  Saya mengajak pembaca untuk bersama-sama saya melakukan peperangan rohani melawan dosa seksual tersebut.

Bagi brother in Christ yang  ingin bersama sama  berperang mengalahkan roh duniawi tersebut, saya anjurkan men donlot artikrl e book dibawah ini  How-to-Break-the-Bonds-of-Pornography-addiction-and-Live-in-True-Freedom

Baca dan simak juga artikel bagus dari Tulang Elisa tentang pornografi berikut dalam link ini :

http://www.tulang-elisa.org/pornografi/

 

25 Desember 2013

Ringkasan Buku Psikiatri

RINGKASAN BUKU

PSIKIATRI: KONSEP DASAR DAN GANGGUAN-GANGGUAN

Buku Psikiatri adalah buku untuk mata kuliah Psikiatri Umum untuk mahasiswa Psikologi dan juga baik dipelajari oleh mahasiswa Teologi yang sedang belajar tentang Psikologi Kepribadian sebagai persiapan untuk menjadi seorang sarjana teologi yang juga akan menjadi konselor dalam ladang pelayanannya.

Buku ini terdiri atas 15 Bab yang meliputi

Bab 1 Konsep Dasar Psikiatri
Bab 2 Konsep Dasar Normalitas
Bab 3 Etiologi Gangguan Jiwa
Bab 4 Psikodinamika Manusia
Bab 5 Simptomatologi Gangguan Jiwa
Bab 6 Gangguan Persepsi
Bab 7 Gangguan Perhatian
Bab 8 Gangguan Mengingat (Memory)
Bab 9 Gangguan Orientasi
Bab 10 Gangguan Berpikir
Bab 11 Gangguan Emosi
Bab 12 Gangguan Kesadaran
Bab 13 Gangguan Psikomotor
Bab 14Bab 15 Gangguan KepribadianPengobatan dalam Ilmu Kedokteran Jiwa

Psikiatri adalah ilmu kedokteran Jiwa, yang tugasnya adalah membuat diagnosis, prognosis, dan mengobati dan atau mencegah emosi dan gangguan mental. Dalam Bab 1 dijelaskan definisi diagnosis yaitu upaya penentuan sifat suatu abnormalitas atau suatu penyakit atau sebab-sebab seseorang mengalami gangguan jiwa.  Prognosis adalah ramalan hasil atau akibat suatu penyakit yang diderita seseorang.  Gangguan emosi adalah jenis gangguan yang sifatnya ringan, sedangkan gangguan yang sifatnya berat disebut gangguan mental.

Ada enam emosi dasar yang melekat pada setiap individu yaitu ingin – rindu ; benci – dendam; heran – ragu; sedih – duka cita; cinta – kasih sayang; riang – gembira.  Menurut Zakiah Daradjat, gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal. Keabnormalan tersebut tidak disebabkan oleh sakit atau rusaknya bagian-bagian anggota badan.

Selanjutnya baca disini 3. LAPORAN BUKU PSIKIATRI

Ringkasan Buku Kecerdasan Emsoi

KECERDASAN EMOSIONAL

Ini adalah buku yang menggemparkan sidang pembaca dan yang mendefinisikan ulang apa arti cerdas.  Buku karangan Daniel Goleman Penerbit Gramedia telah mendapat sambutan luar biasa dari pembaca sehingga telah beberapa kali mengalami cetak ulang.  Buku ini terdiri atas 5 bagian 16 bab.  Kelima bagian itu adalah I.  Otak Emosional.  II  Ciri-ciri Kecerdasan Emosional  III.  Penerapan Kecerdasan Emosional  IV.   Kesempatan Emas  V.  Kecakapan Emosional.

 

Bab 1 berjudul “Apakah Kegunaan Emosi?”.  Homo humini lupus  adalah tidak hanya berarti bahwa manusia berpikir tetapi juga manusia juga beremosi. Semua emosi, pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.  Akar kata emosi adalah movere kata kerja Bahasa Latin yang berarti “menggerakkan, bergerak”, ditambah awalan “e” untuk memberi arti “bergerak menjauh”, menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.  Contoh-contoh emosi adalah amarah, ketakutan, kebahagiaan, cinta, terkejut, jijik, rasa sedih.   Kecenderungan biologis untuk bertindak ini selanjutnya dibentuk oleh pengalaman kehidupan serta budaya.

Selanjutnya baca di sini 1. TINJAUAN BUKU KECERDASAN EMOSI OK Pdf

Reportase Kegiatan Konta 43 wilayah 2 GMI hari ke 3 Sabtu 22 Juni 2013

Renungan Ibadah Pagi pukul 6.30 – 7.00

Suara merdu Lestari Tobing, utusan warga, memanggil peserta konta untuk memasuki ibadah pagi dengan lagu …Indahnya harinya Yesus membasuh dosaku.  Peserta mulai menyimak serius kotbah ibadah pagi oleh Pdt Sabam Tobing, yang menggali Yesaya 1:10-17,  mengajak peserta fokus kembali memasuki hari  ke 3 Konta.

 

Landasan firman dari kitab yesaya mengingatkan peserta akan kejijikan Allah terhadap persembahan yg tidak sungguh umat Israel (ay13), juga kebencian Allah akan perayaan perayaan dan pertemuan pertemuan umat Israel (ay14).  Refleksi firman ini mengingatkan peserta akan semua hal yang bersifat mekanisme dan roh materialisme yang membuat Allah jijik dan benci.  Tuhan menolak ibadah umat Israel yang demikian, sehingga Tuhan mengajak umat Israel untuk memperhatikan pengajaran2 Allah yaitu  hukum cinta kasih.  Allah mengajak trasformasi yg nyata di tengah tengah pelayanan dan kepemimpinan.  Tema menyembah dalam Roh dan Kebenaran kembali disegarkan oleh Pdt Sabam Tobing agar GMI mengalami mujizat ditengah tengah tantangan zaman.  Tantangan GMI untuk tetap eksis ditengah tengah pergumulan bangsa, untuk itu GMI perlu kembali kepada FT.  Teladan John Wesley yg bertobat karena FT menjamah JW dari dalam dan menjadi pegangan.  Gereja di Eropa merosot karena FT hanya pada tataran intelektual tetapi tidak pada perbuatan.  Oki GMI harus kembali kepada FT, menghidupi FT.  Transformasi yg nyata secara pribadi dlm wujud mempersembahkan tubuh, kembali diingatkan sesuai renungan hari sebelumnya oleh Pdt Sonny Cornelius.  Lembaga2 GMI agar menjadi contoh tidak melakukan korupsi, seperti lembaga2 di luar gereja, apalagi menjelang Konag.  KKN, black campaign, menjelek jelekan orang lain, main amplop adalah praktek praktek yg harus dijauhkan.  Mujizat Allah akan terjadi di GMI apabila semua dosa-dosa tersebut dijauhkan.

 

Kotbah yg berapi-api dari Pdt Sabam Tobing menghentakkan semua peserta Konta.  Dengan contoh contoh nyata dari kesaksian JW yg mengalami transformasi pribadi shg memberikan dampak sosial bagi lingkungan, Pdt Sabam Tobing membuat semua peserta Konta 43 mendapat urapan rohani sekaligus tantangan agar semua HT keluar untuk melihat masalah masalah yg ada di luar.  GMI harus mengusahakan hak hak orang miskin, lembaga2 misi sosial menyalurkan cinta kasih bagi masyarakat marginal utk meningkatkan kesejahteraan mereka.  Panggilan GMI bagi masyarakat dan bangsa untuk  berbuat sesuatu, bukan hal yg tidak mungkin.  GMI diajak memasuki pergerakan untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yg marjinal dan miskin struktural.  Suara kenabian jangan padam, tidak cukup hanya berdoa.  Sebagai pendeta mengabarkan suara kenabian kpd masyarakat  bahkan kepada pemerintah, seperti contoh JW yg lantang meminta kpd pemerintah Inggris untuk mensejahterakan orang miskin dan mengecam perbudakan.

 

Dengan suara lantang menggema ruangan Cempaka yg memuat 300 orang Pdt Sabam Tobing menyerukan kembali penyembahan dalam Roh dan Kebenaran untuk menyentuh sendi-sendi sosial dan praktek-praktek kehidupan .  Hali ni harus dimulai dari diri kita, dari lembaga GMI, artinya ada pertobatan dan HT hidup dlm FT, sehingga  tercapailah cita cita sub tema Konta 43 yaitu GMI mengalami mujizat ditengah-tengah tantangan zaman. Amin…..

———————————

Info Pemilihan utusan ke Konag

 

Tepuk tangan meriah tanda gembira ketika tiga besar Pendeta yang menjadi utusan ke Konag diumumkan.  Pdt Sabam Lumbantobing (133 suara), Pdt Sih Budidoyo pengarang buku “Kesalehan Sosial” dan satu buku lagi yg masih dlm proses penerbitan (133 suara), Pdt Denny Hutabarat Gembala sidang GMI Immanuel Bandar Lampung (132 suara) disebutkan sebagai 3 nama awal pendeta sebagai utusan ke Konag diantara 83 nama pendeta dan sekian puluh pendeta cadangan.  Apakah tepuk tangan peserta Konta tsb adalah suatu pertanda adanya dukungan kepada mereka, ataukah hanya tepuk tangan tanda gembira?  Waktu akan menjawabnya.   Sementara jumlah utusan warga adalah 63 utusan warga.  Inilah pasukan koalisi 146 orang utusan pendeta dan warga dari tim wilayah satu yg akan maju dalam Konag Oktober 2013.   Pertanyaan kritisnya adalah apakah mereka akan datang hanya untuk menggolkan seorang kandidat ataukah mereka akan datang dengan membawa pemikiran pemikiran baru demi kemajuan GMI?

 

Konta 43 diwarnai dengan lebih banyaknya jumlah pendeta daripada jumlah utusan warga.  Tiga baris kebelakang ditempati oleh barisan bapa dan ibu pendeta, sementara hanya satu baris kebelakang ditempati oleh utusan warga.  Salah seorang utusan warga menanyakan fenomena inflasi pendeta ini, tanda apakah gerangan ? Lebih jauh utusan warga menanyakan, sementara jumlah pendeta meningkat apakah diiringi dengan meningkatnya jumlah jemaat?.  Suatu pertanyaan kritis dari utusan warga dan sekaligus tantangan bagi HT untuk menunjukkan kepada warga bahwa para HT akan menjalankan tupoksi nya dengan sebaik baiknya.

 

Info Pemaparan Badan2 Evangelisasi, Penatalayanan, Sosial

 

Badan Evangelisasi dan Pembinaan memaparkan power point hasil Pokja dengan sistematis.  Beberapa rencana program yang diusulkan diantaranya adalah revisi buku bimbingan pranikah, katekisasi sidi, cetak 7 buku diantaranya buku Vision, Rekrutmen ketua redaksi majalah Gema, pembinaan EE.  Badan mengusulkan pembenahan data statistik keanggotaan.  Lebih jauh Rusdi Leman meyakinkan peserta bahwa sesungguhnya potensi GMI sangat besar untuk mendukung kegiatan misi wilayah dua.   Tanggapan dari peserta Pdt The Paw Liang yg telah menduduki sebagai ketua redaksi majalah Gema dua periode shg sudah saatnya dipilih ketua baru.

 

Badan Penatalayanan dipaparkan oleh bapa Freddy Panggabean, ketua tim audit.  Beberapa usulan program diantaranya tim audit akan menyeragamkan format laporan yg disesuaikan dengan kebijakan lokal masing2, mengintensifkan jumlah jemaat dalam persembahan dll, melakukan audit kepada beberapa PKMI per triwulan.  Tanggapan dari peserta adalah agar berhati-hati dalam mengaudit, agar tujuan audit tidak membuang energi, yg perlu diaudit adalah sekolah2 yg pemasukannya signifikan.  Peserta mengusulkan membuka rekening baru mis BRI yg lebih mudah diakses jemaat di desa, tidak hanya BCA.  Suhu Konta mulai memanas ketika Peserta kembali mempertanyakan perihal angka minus, dan pimpinan sidang pa Bishop wilayah 1 menegaskan bahwa pasti ada anonim yg menutupi defisit tsb.   Namun peserta mempertanyakan kenapa masalah ini tidak dibahas dalam Pokja semalam.  Bishop wilayah 1 kembali menegaskan agar hal ini menjadi catatan footnote.  Ketika akan sidang akan ditutupi, warga meminta jangan dulu ditutup,  Warga meminta ada transparansi atau jawaban segera.  Bishop Darwis Manurung dengan bijak kembali mengingatkan bahwa setiap Konta selalu ada banyak masalah kekurangan, dan agar tahun depan laporan dibuat lebih transparan.  Akhirnya setelah tiga kali bel oleh panitia agenda suasana kembali menjadi cooling kembali.

 

Ditengah tengah acara Konta Sekretaris menghimbau agar sponsor segera melunasi kewajibannya.  Apresiasi disampaikan kepada para sponsor yg memenuhi sekitar 50 halaman full colour buku panduan .  Ucapan selamat ber kontaria dimuat di halaman front cover oleh (1) PT Baja Prima Sumber Lestari produsen besi baja dan besi beton (2) ketua dewan Bishop/pimpinan Wilayah 2 Bishop Amat Tumino M.min. serta halaman back cover oleh (3) Jaya Makmur produsen aneka macam pompa sedot galian dan pompa pasir dan (4) Restoran Raja Kuring berlokasi di jalan Kakap Jakarta Utara.  Tentu saja ada puluhan sponsor yg menyampaikan selamat berkontaria di halaman dalam buku panduan.  Tanpa bantuan sponsor tentu perhelatan tahunan ini tidak akan terjadi dan tidak akan memuaskan konperensisten.

 

Hasil pokja badan sosial dan parpem oleh bapa Hockey Salim membawakan banyak kabar gembira melalui peningkatan nominal uluran kasih bagi para HT, diantaranya nominal apresiasi pensiun bertambah.  Tanah di Pagelaran Lampung akan ditangani oleh GMI Bandar Lampung.  Demikian juga kegiatan2 parpem akan mengadakan pelatihan dan penyuluhan di bidang pertanian, peternakan dll.  Tanggapan hangat dari peserta soal apresiasi bagi HT yang sekiranya meninggal sebelum usia pensiun, agar dipikirkan dengan lebih bijak lagi. Peserta menanyakan beberapa terminologi seperti pendeta pegawai dan pendeta non pegawai.  Isu status kepegawaian ini tentu menjadi isu sensitif karena menyangkut harkat dan martabat HT.  Pimpinan sidang Bishop Wilayah 1 menjelaskan bahwa semua sudah ada disiplin, dan memang ada menurut Disiplin pendeta pegawai dan pendeta non pegawai.  Peserta mengingatkan tentang urgennya Jamsostek dimiliki oleh para HT akan menolong HT dalam kondisi sakit, tetapi dalam Pokja usulan jamsostek tidak dibahas, karena pokja badan sosial  fokus dulu pada pensiun.  Sidang perlu menggumuli atau menyurvey lebih dahulu soal kelayakan Jamsostek shg tidak perlu diwacanakan.   Bishop meyimpulkan bahwa yg penting adalah program itu sederhana tapi mantap…. dan semua peserta kompak mengatakan setuju…..

—————————————-

 

Info Pokja Pendidikan, Pembangunan kantor Bishop, perluasan gereja, UKP

 

Badan pendidikan yg dibawakan oleh Pdt Marbangun Sinaga mengusulkan banyak usul-usul progresif demi kemajuan semua PKMI.  Beberapa usulan yg diajukan diantaranya adalah menyeragamkan peraturan kepegawaian yang berlaku bagi semua PKMI, mengadakan sekretaris eksekutif yg bekerja full timer untuk mengurusi pendidikan di PKMI, tetap menjajaki program pembukaan STKIP di Palembang dlm jangka panjang, setiap PKMI agar memberikan laporan bulanan kepada badan pendidikan, dan melalukan kunjungan kerja sambil mencari data. Tanggapan peserta adalah semua data yg akan dilaporkan lalu kemudian akan diapakan data tsb? Soal sekretaris eksekutif sementara di drop karena masalah anggaran gaji sekr ekesekutif bidang pendidikan siapa yg membayar?  Sidang memutuskan  pengadaan sekr eksekutif adalah program jangka panjang.

 

Bapak Pembangunan Pdt Denny Nainggolan melaporkan pengadaan kantor Bishop.  Kalimat pertama adalah sedih karena yg hadir dalam pokja semua pendeta tidak ada kaum warga.  Pokja menaksir butuh biaya 5 milyar yg berarti uang sejumlah 9 nol dihitung lima kali!  Tepuk tangan gembira dari peserta Konta ketika bapak Wiet Sugito bersedia mengambil inisiatif untuk mengadakan dinner meeting untuk fund raising.  Tepuk tangan lebih keras lagi ketika Pdt Denny Nainggolan memohon agar wilayah 1 dapat menyumbang 1 milyar.  Kemudian menghimbau kepada semua jemaat agar melakukan gerakan 10 000 untuk disumbangkan kepada pembangunan gedung kantor bishop wilayah 2.  Badan pembangunan mengimani agar tahun 2014 gedung kantor wilayah 2 dapat direalisasi…dan optimisme jemaat bangkit bahwa mujizat akan terjadi.  Ada wacana dari peserta bahwa kantor bishop tidak harus di jakarta, bisa juga di Sentul atau daerah lain yg lebih terjangkau.  Sidang menyetujui agar gedung lama di jual sehingga ada dana untuk pembangunan gedung baru kantor bishop.  Redaksi kepanitiaan pembangunan diperbaiki menjadi “panitia kantor wilayah dan rumah bishop”.  Inilah sidang pokja yg paling banyak terdengar gelak tawa dari peserta, hal ini tidak lepas dari gaya kepemimpinan Bishop D Manurung yg memimpin sidang dengan santai tapi serius.

 

Pokja perluasan gereja dibawakan oleh Effendi Hutabarat.  Ada bbrp program singkat untuk mengadakan perluasan gereja.  Peserta Ferry Sirait mengangkat isu soal pembentukan distrik Jabar, yg rencan pendiriannya menurut beliau sesuai dengan disiplin ditinjau dari resort, keuangan dll.  Panitia perluasan merespon bahwa bbrp konres tidak ada yg mengusulkan.   Lebih jauh DS mengatakan bahwa oleh karena tidak mucul dari bawah maka usulan pembentukan distrik tsb di drop.  Dari Bandung Timur Pdt Nainggolan menyampaikan bahwa analisa Ferry Sirait adalah masuk akal.  Ada 6 resort di wilayah Jabar, apa salahnya dari atas ke bawah, tidak selalu dari bawah ke atas, sehingga ide ini jangan langsung di drop.  Ini adalah kerinduan Jabar bukan DKI, targetnya adalah 2015 yg berarti ada masa waktu persiapan.  Sekr Konta menguraikan dari disiplin hal 83 ps 74 minimal terdiri dari 5 konres yg harus mengusulkan, mampu membiayai nafkah DS dll.  Kesimpulan pemimpin sidang adalah tahun depan agar 6 resort mengagendakan di konres masing-masing.

 

Urusan Kepegawaian dan Pensiun (UKP) mengajukan bbrp usulan program diantaranya peninglatan dana sosial kematian pegawai, dll.  Taggapan dari peserta tentang pembayaran premi yg tidak dibayarkan kpd pihak asuransi.  Pdt Debora Awan menyampaikan dengan sedikit emosi tentang pergumulan pribadi ttg status kepegawaiannya, yg membuat suasana sidang menjadi hening.  Sudah melayani 43 tahun di GMI namun statusnya adalah berstatus sebagai pendeta non pegawai.  Ibu pendeta yg berbicara dengan tenang, lembut tapi tegas ini menyatakan bahwa tidak pernah mengundurkan diri.  Lebih jauh beliau mengatakan bahwa katanya hal ini terjadi karena pernah tidak membayar uang pensiun.  Ibu pdt menegaskan bahwa dia tidak menuntut uang apresiasi, yg beliau tegaskan adalah apakah apabila eorang HT tidak membayat uang pensiun maka statusnya berubah menjadi non pegawai.  Beliau memohon kpd bapa Bishop bahwa perubahan status menjadi non pegawai adalah suatu kesalahan dan memohon agar kesalahan tsb dikoreksi.  Tepuk tangan membahana dari gedung shg nyaris mengeluarkan air mata Bishop wil 1.  Pa Bishop D Manurung mempertanyakan, Apakah ada orang yg mengatakan  bahwa beliau adalah non pegawai? Kalau hanya kata katanya belum jelas?  Bishop wil 1 mengingatkan sidang atau UKP agar memperhatikan kasus ini dengan serius.  Tanggapan tambahan dari isteri yg bersuamikan Pdt AB Simamora, setelah menikah tidak boleh membayar uang pensiun shg sampai sekarang dinyatakan sebagai non pegawai.  Bishop kembali mengingatkan bahwa dalam disiplin apabila ada dua pendeta suami isteri tidak boleh ada dua pegawai.  Isteri Pdt AB Simamora kemudian menanyakan apakah ada aturan tertulis atau tidak soal tsb?  Diskusi ditutup namun belum ada kata final soal ini, selain himbauan agar disiplin diperbaiki soal suami isteri pendeta.

 

Rumitnya urusan kepegawaian dan pensiun menandakan adanya ketidakpastian soal masa depan para HT yang telah puluhan tahun melayani di GMI.  Administrasi yang belum profesional ditambah lagi organisasi yang belum rapih dlsb membuat resah para pekerja HT yang membutuhkan kepastian soal masa depan, sehingga  mereka dapat melayani dengan lebih fokus.  Sementara disisi lain, beban kerja Bishop yang sudah sangat banyak memikirkan program2 level wilayah,  tentu saja tidak akan sanggup memikirkan apalagi membereskan semua permasalahan2 soal uang di UKP sampai tuntas.  Ada banyak materi diskusi yang menggantung soal UKP.  Hal ini menandakan bahwa memang urusan UKP membutuhkan  penanganan yang lebih profesional, mungkin adagium “serahkan kepada ahlinya” ada kebenarannya.

 

————————————-

 

Info Laporan pertemuan  warga gereja dan hamba Tuhan

 

Sejarah gereja adalah sejarah sebuah generasi yang merintis, membangun, dan melebarkan sayap Kerajaan Allah.  Ini merupakan rangkaian kisah nyata dari jemaat GMI Efrata Palembang yg perlu diketahui oleh generasi penerus sehingga Ir Irwan Kesuma dkk menulis 270 halaman dalam bentuk sebuah buku memoar dan catatan sejarah bertajuk  “Sejarah GMI Efrata”.  Buku yg dibagi secara cuma cuma kepada semua peserta telah menjadi sebuah buku inspirasi agar semua jemaat di wilyah 2 dapat juga membukukan semua sejarah dan mewariskannya kepada generasi penerus gereja.

Pertemuan hari ketiga Konta 43 malam hari diawali dengan persembahan pujian P3MI GMI Salatiga yg datang khusus dari Salatiga  untuk mengajak peserta Konta bersama sama menggumuli pembangunan gedung gereja GMI Salatiga.  Suara sopran, tenor, alto dan bass bersahut sahutan memeriahkan suasana sidang…. kita harus membawa berita…tentang kebenaran kasih dan damai yg menetap.. karena remang akan menjadi  siang trang.. demikian lagu pertama yg dibawakan olehn generasi penerus GMI.  P3Mi yg terdiri atas 5 gadis dan 1 cowok ini dengan semangat seraya  diiringi alat musik tradisional gendang membawakan 4 lagu.  Suara mereka yg masih bersih mengetuk peserta Konta, termasuk bapak Bishop Wilayah 1, untuk berpartisipasi dalam pembangunan GMI Salatiga.

 

Daniel Tobing selaku ketua lay leader Konta memaparkan tentang bbrp usulan program dari kaum warga gereja diantaranya, agar setiap HT diproteksi dengan asuransi kesehatan disetujui menjadi program dengan biaya dari gereja lokal masing masing.  Warga mengusulkan agar lay speaker ditingkatkan kualitasnya dan diaktifkan shg dapat menjadi mitra gereja.  Agar ada komunikasi antara lay leader 1- 5 kepri dengan lay leader konta diusulkan agar mereka dapat datang ke Konta sebagai peninjau dengan biaya sendiri.   Ada usulan petisi disiplin 2009, dan masih ada pertanyaan apakah masih dapat masuk perubahan dalam Konag oleh karena jadwal petisi sudah lewat waktu. Hasil pertemuan warga dapat diterima oleh sidang.  Sidang hari ketiga hari ini ditutup dengan pemaparan hasil sidang BPLPJ yang hasilnya telah diketahui oleh semua peserta.  Acara terakhir hari ketiga adalah ibadah pelepasan pendeta pensiun dan akan dilanjutkan dengan ibadah penutupan Konta esok hari Minggu 23 Juni 2013.

 

Malam ini adalah malam yang panjang bagi para HT yang berdebar debar menantikan hasil penempatan.  Apakah mereka akan ditempatkan di tempatnya semula ataukah dipndahkan ke tempat yg baru.  Apakah saya akan ditempatkan di kota ataukah jauh di pelosok? Pertanyaan demikian adalah pertanyaan wajar pada setiap menjelang penutupan Konta.  Sebagian HT menyambut baik penempatan baru karena itu berarti HT keluar dari zona nyaman untuk kembali merintis atau membangun di tempat yg baru.  Sebagian hamba Tuhan  menganggap bahwa penetapan di tempat pelayanan yang baru adalah sesuatu yang tidak sesuai harapan, bahkan merasa gagal dalam segala approach dan PDKT yang selama ini telah dilakukan, atau juga merasa bahwa itu semua adalah resiko dari adanya barisan opisisi atau barisan koalisi. Apapun hasil dari pengumuman besok, pastinya teologi John Wesley tidak bisa lepas dari identitas seorang methodis… “The World is my Parish”.

 

Sampai bertemu dalam reportase kegiatan berikutnya, semoga menjadi berkat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.

 

 

Reportase kegiatan KONTA hari ke dua Jumat 21 Juni 2013

Antri menanti lift adalah pemandangan yg biasa,  “ Saya menunggu 25 menit sampai mendapatkan lift” demikian Pdt Ade Gunawan melaporkan.  Situasi demikian dapat dimaklumi mengingat saat ini sarana lift sedang dalam perbaikan, sehingga hanya mampu memuat 7 orang dari kapasitas maksimal 15 orang.  Tentu saja peserta berharap agar dalam Konag Oktober mendatang, sarana lift sudah selesai diperbaiki.

Masih dalam keadaan semangat Roh dan Kebenaran, Pdt L Manurung memimpin ibadah pagi.  Penyembah yg benar adalah mereka yg menyerahkan dirinya dipimpin oleh Roh.  Dengan tegas beliau berkata, peserta Konta adalah orang terdepan, jangan kita menjadi sumber masalah di gereja.  Hidup keagamaan kita jangan seperti orang Farisi.  Jarang di gereja orang yg mau aktif dlm kegiatan yg tersembunyi, maunya yg tampil di mimbar.  Ketika  kita berkotbah, apakah kita berkotbah mengajar jemaat masuk sorga atau menghalangi jemaat ke sorga, sehingga pelayanan kita tidak menghasilkan buah? Dengan lembut Pdt L Manurung mengingatkan peserta untuk menjaga kesimbangan antara menyembah Tuhan dan menghidupi nilai-nilai penyembahan tsb. Jgn ada dualisme dalam menyembah Tuhan.  Apakah tema ini hanya pergumulan selama Konta?  Pendeta L Manurung  mengajak peserta untuk menghidupi tema FT tsb. Bagi peserta konta, tidak ada lagi menjelek jelekan orang lain, kata-kata yg keluar dari mulut kita kita aplikasikan dalam hidup kita.  Sangat gampang menjelek-jelekan orang lain, ada trend di GMI mendiskusikan hal2 yg tidak perlu didiskusikan, yg pada akhirnya menyudutkan orang lain.. bisa jadi hal ini yg menghambat kemajuan Gereja.  Pdt mengajak peserta mengoreksi diri agar nilai 100 dalam penyembahahn tetapi juga nilai 100 dalam sikap hidup sehari hari. Jangan sampai perjalanan hidup kita berjalan terseok seok, nilai ibadah PA, ibadah Minggu, nilai ibadah class meeting kita lakukan dalam hidup kita sehari hari.   Peserta Konta adalah orang2 pilihan, wujud nyata terletak dlm tanggung jawab kita menjadi penyembah yg benar.

 

Selesai mendengar renungan pagi, peserta bersiap-siap sarapan pagi.  Namun panitia mengingatkan agar makan secukupnya, karena urusan makan dan makanan adalah juga ibadah dan kesaksian kita. Selamat hari kedua ber Kontaria…

 

————————————-

 

Acara hari kedua dimulai dengan pemilihan utusan ke Konag. Utusan Warga yg menjadi peserta Konag kemudian dikonfirmasi calling  oleh Sekretaris Konta, sehingga hanya yg benar- benar ada di ruangan maka warga gereja menjadi utusan Konag.  Ada banyak interupsi dari peserta sehingga banyak memakan waktu sidang yg hanya mengalokasikan 30 menit. Total ada 58 warga gereja yg menjadi utusan ke Konag plus seksi seksi sehingga total ada 61 utusan warga ke Konag.  Jumlah pendeta ada 166 pendeta yg jauh melampaui jumlah utusan warga.   Peserta warga Irwan Kesuma  mengajukan pertanyaan krusial, bahwa sesuai dengan Tatib maka jumlah utusan pendeta harus seimbang dengan jumlah utusan.  Ketua panitia Konta Freddie Chandra mengingatkan bahwa peserta Konag dari wilayah dua agar jangan “ kalah” dengan jumlah peserta Konag dari wilayah satu.  Pa Bishop Amat Tumino mengusulkan untuk mengikuti tradisi memilih setengah jumlah pendeta yaitu 83 pendeta dengan sistem urut kacang, pernyataan ini lalu diprotes oleh warga agar jangan mengikuti tradisi tetapi mengikuti disiplin. Akan tetapi keputusan sidang tetap memilih 83 pendeta sebagai utusan Konag yang kemudian dikonfirmasi dengan absensi calling.  Hanya sayangnya nama nama pendeta yang tidak hadir tidak cepat diketahui oleh semua peserta, sehingga sedikit memperlambat proses pemilihan 83 nama dari seratus lebih nama nama pendeta.

Sesudah berdoa sebelum penulisan di ballot suara, para pendeta mulai mencontreng 83 nama nama yg berhak dipilih sebagai utusan pendeta ke Konag.  Sebagian pendeta nampak mulai membuka buka Panduan Konta untuk mengetahui nama nama pendeta lebih detail sebelum mencontreng nama dalam ballot suara.  Akhirnya pukul 9.30 pagi, meleset 30 menit dari jadwal, sidang di skors. Nama2 peserta utusan pendeta ke Konag dilanjutkan kemudian.  Acara dilanjutkan dengan break rehat kopi, walaupun bunyi pengumuman panita agenda bahwa  Jumat adalah masa puasa.

 

Info Konta: Laporan DS 3, 4, 5, 6

Pdt Ezra Simorangkir menyampaikan laporan distrik 3 dengan menggunakan tayangan Power Point yg sayangnya  dilaporkan dengan miskin foto foto kegiatan.  Banyak kemajuan distrik dilaporkan termasuk perkembangan fisik dan status tanah gereja, kebun kota dan dana bergulir, pelayanan misi ke Kalimantan, Sulawesi, Papua.  Beberapa usulan yg tidak ada dalam laporan tertulis adalah program  M20 untuk meningkatkan pertumbuhan jemaat.  Laporan disampaikan dengan singkat dan sayangnya tidak ada tanggapan.

 

Pdt Sih Budidoyo DS distrik 4, penulis buku “Kesalehan Sosial”, menyampaikan laporan dengan diawali pernyaan Visi Misi GMI wilayah 2 untuk menjadikan banyak murid Kristus.  Tayangan dilengkapi dengan banyak foto foto kegiatan.  Beberapa kegiatan yang menonjol adalah pelatihan guru SM, home industri PWMI, pelatihan lay speaker, seminar kemethodisan, program pembangunan fisik renovasi gedung gereja di Jogja, Salatiga, Solo, Madiun.  Seorang peserta warga utusan dari Bandar Lampung Darwin Pangaribuan (penulis sendiri) mengusulkan tahun  depan dalam laporan konta agar dimasukan dalam sub bab khusus di Laporan tertulis Konta tentang suara dan aspirasi Warga.

 

DS distrik 5 Pdt  P Simangunsong dimulai dengan visi misi distrik 5 kemudian ditayangkan program program kerja yang telah dilaksanakan, sayangnya tayangan dilengkapi tanpa foto foto kegiatan.  Pembangunan kos kosan masih berjalan, pembinaan guru SM, pembinaan para majelis, pembinaan guru sek minggu.  Kedepan ada banyak kegiatan yg akan dilaksanakan seperti pelatihan budidaya lele, pelatihan lay speaker, kegiatan misi di lahan eks PKMI Prabumulih, dan kelanjutan pembangunan kos kosan karena sudah diputuskan di Konta maka diharap bantuan dari Konta.  Tanggapan dari peserta dari Konta mengangkat soal tanah Prabumulih dan pembangunan rumah kos perlu dilanjutkan dengan dukungan “semen” dari Konta.

 

DS distrik persiapan 6 Kepri Pdt Bahtiar Sinaga menyampaikan laporan diawali dengan pernyataan visi misi DS 6  dan menayampaikan garis besar program yang mencakup membina, membangun dan memenangkan.  Tayangan dilengkapi dengan foto foto kegiatan menyampaikan kegiatan2 yang telah dilaksanakan seperti GHC, MMC, pembinaan lay speaker dan majelis, DS pernah bertemu dengan PM Singapura dalam misi ke LN, semua HT sudah masuk Jamsostek.  Tanggapan dari peserta menyoroti soal Jamsostek yg baik bagi masa depan HT.

 

Semua laporan DS dapat diterima oleh peserta Konta.  Beberapa catatan perbaikan dapat disampaikan bahwa format laporan tertulis belum seragam misalnya nomor keputusan konta sebagai dasar hukum pelaksanaan program tidak dicantumkan, demikian juga nomor keputusan distrik sebagai landasan hukum rencana yang akan datang belum ada. Visi misi setiap distrik sebagai turunan dari visi misi wilayah belum ada dalam setiap laporan distrik, laporan keuangan yang tidak sama formatnya, penyajian data statistik tanpa dilengkapi tabel chart atau diagramm, dlsb.  Tentu saja catatan perbaikan ini diharapakan dapat dilaksanakan pada Konta tahun depan sehingga laporan tertulis  sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat (uang jemaat) dapat lebih baik.

 

——————————–

Pdt Sony Cornelius menyampaikan laporan badan evangelisasi da pembinaan.  Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan seperti menjadi host training GHC bagi gereja tetangga.  Pelaporan dengan menguraikan kembali fase-fase dalam Misi yaitu  memenangkan, membangun, memperlengkapi, dan mengutus untuk multiplikasi.   GHC sebagai gaya hidup agar jemaat menjadi mitra pelayanan.

 

Bapak Freddie Chandra menyampaikan laporan badan penatalayanan dan keuangan.  Laporan ditulis dengan detail dan rinci sehingga laporan jelas dan mudah dibaca peserta.  Badan yang mengelola uang sejumlah lebih dari 2 milyar ini memang perlu dukungan profesional dari Konta.  Tanggapan dari peserta mengangkat masalah pencarian sumber dana.  Tanggapan dari badan adalah perlu  prosedur khusus untuk pencarian dana, dan menghimbau peserta Konta untuk menyampaikan kepada jemaat ke perpuluhan dan persembahan apabila dilaksanakan dengan baik sudah akan mencukupi.  Saldo tahun ini memang defisit.   Peserta dengan sedikit “marah” mengangkat soal pengeluaran uang, dan ditanggapi dengan lemah lembut oleh Freddie Chandra bahwa bendahara yang akan memberikan laporan lebih detail.

 

Laporan badan Sosial dan Parpem

Program berbagi kasih S2500 lebih difokuskan pada pelayanan bidang kesehatan, demikian Bp Hockey Salim membuka pemaparan laporan badan sosial dan parpem.  Poster S2500 akan dibagikan supaya program ini disosialisasikan kepada jemaat.  Tanah di Pagelaran Lampung, memang masih menjadi pergumulan berat badan parpem, karena selama ini dari Pagelaran hanya ada pengeluaran bahkan sampai mencapai ratusan juta sementara pemasukan nol rupiah.

 

Laporan P3MI disampaikan oleh sekretaris oleh karena ketua P3Mi wilayah tidak dapat hadir.  Status ketidakhadirannya yang ternyata diketahui melayani didua kaki ditanggapi oleh konta dengan menggugurkan status ketua P3Mi wilayah.  Laporan panitia Petisi yang berisi list sekian puluh item petisi yang akan dibawa ke Konag.  Ketua Panitia petisi Pdt l manurung menyayangkan sedikitnya respon pendeta dalam memberikan masukan tentang perbaikan disiplin Gereja.   Laporan Lay Leader Konta Daniel Tobing lebih banyak melaporkan kegiatan2 di distrik I, padahal seharusnya juga memperhatikan distrik lain.  Hai ini akan diperbaiki dalam program mendatang.  Peserta menikmati makan siang dan semua peserta utusan warga diambil fotonya sebagai persiapan ID card ke Konag.  Semua peserta konta masih bersemangat dan ceria mengikuti semua acara-acara konta.

 

———————————-

Laporan PWMI dibawakan oleh ketua PWMI melaporkan banyak kegiatan seperti PAUD, micro credit, dana beasiswa, mengirimkan buku-buku pendidikan.  Usulan dari PWMI adalah agar ada pemimpin DS dari kaum perempuan.  Tanggapan peserta mengangkat arti penting membeli dan menyewakan sebuah rumah yg dimiliki oleh PWMI.  Peserta memberikan respon tepuk tangan karena PWMI aktif baik di lokal, distrik maupun wilayah.

Ada interupsi dari Sekretaris agar tidak terjadi salah persepsi bahwa keputusan Konta tentang pengurus P3MI wilayah II  adalah agar meninjau kembali status ketua pengurus P3MI dan konta 43 tidak berhak melangkah lebih dari itu.  Dengan demikian info tentang ini telah diluruskan kembali.

Pemaparan singkat dari ketua PPMI Bp Effendi Hutabarat melaporkan bahwa ada banyak kegiatan PPMI seperti MMC, tindakan aksi di daerah bencana.   Tanggapan peserta adalah memberikan apresiasi atas kerja pengurus PPMI karena walaupun hanya sedikit yang aktif dalam PPMI tetapi kegiatan PPMI berupa MMC dapat memberikan dampak bagi gereja shg MMC perlu terus dilanjutkan.

 

Pemaparan dari Urusan Kepegawaian dan Pensiun disampaikan dengan lengkap dalam bentuk satu buku khusus.  Hal yang krusial bagi UKP adalah soal dana pensiun abadi yang memang memerlukan orang khusus untuk memikirkan hal ini.    Ada banyak pertanyaan yg diangkat dari peserta soal urusan pensiun akan tetapi tidak mungkin menuntaskan semua masalah kepegawaian dan pensiun dalam sesi singkat, sehingga dibentuk pokja khusus soal pensiun.

 

PKMI wilyah I Palembang dipaparkan oleh Pdt Dion Hutagalung yang menekankan “go to the next level”, yg berarti setiap hari diusahakan ada kemajuan dalam PKMI Wilayah I.  Banyak sekali kemajuan dalam segi fasilitas, kurikulum, peningkatan kualitas pendidikan di sekolah di PKMI Wilayah I dan juga prestasi  sekolah baik pada level lokal, nasional, bahkan internasional.  PKMI hadir di Palembang sebagai sekolah unggulan.  Tanggapan dari penulis adalah PKMI memperhatikan aspek mutu institusi, mutu lulusan dan mutu SDM guru.

 

Pemaparan badan pembangunan kantor wilayah 2 oleh Pdt Denny Nainggolan berupa ajakan dan himbauan agar peserta mau terlibat menjadi anggota badan.  Gedung kantor wilayah adalah urgen untuk kenyamanan pekerja di dalamnya, sehingga pelayanan GMI wilayah 2 dapat maksimal.  Bapak pendeta mengajak peserta masuk ke dalam Pokja Pembangunan Kantor Wilayah.

 

Pemaparan badan pendidikan oleh ibu Pdt Indriani Bone melaporkan kemajuan di wilayah dua seperti adanya integrasi kurikulum diantara sekolah di PKMI Wilayah 2.  Tanggapan dari peserta agar badan pendidikan dikelola dengan serius, selain itu juga rencana pembangunan STKIP didorong untuk segera dilaksanakan.  Pemaparan dari STBA Methodist Palembang melaporkan bahwa STBA  Methodist masih tetap eksis.  Tanggapan dalam diskusi membahas tentang masalah penggabungan yayasan yang telah menjadi isu pelik sehingga perlu ditangani dengan bijak dan serius agar STBA MP tetap dapat eksis.   Pemaparan STT Wesley menguraikan kemajuan dalam tridharma PT STT Wesley.  Pemaparan disampaikan dengan suasana gembira sehingga cukup mengusir rasa jenuh peserta karena acara sudah molor satu jam dari jadwal.

 

Acara Konta melewati jadwal waktu oleh karena alotnya diskusi dan tanggapan. Peserta Konta tetap semangat menyimak semua isu isu yang dibahas dalam sidang,  demikian pula pimpinan sidang bapa Bishop Wilayah 1 dan 2 dan Sekretaris Konta dengan didampingi Bishop Bachtiar masih tetap semangat dan serius memimpin sidang sidang Konta di hari kedua.

 

Kategori:Gereja Methodist

Reportase Kegiatan Hari Peretama Konferensi Tahunan KONTA ke 43 GMI wilayah 2,

Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi. Sebagian peserta mulai berdatangan. Peserta dari Resort Bandar Lampung datang lebih dahulu dengan driver Pdt Eben S
Yohanes Ebenezer Damanik. Puji Tuhan selamat di jalan, walau tadi sempat mendadak belok kiri tanpa kasih sein di jl tol dlm kota, shg di klakson mobil orang… tidak ada kejadian apa-apa….

Musik khas Betawi, yang sekaligus menyambut HUT DKI Jaya 483, menyambut kedatangan tamu Konta di Hotel Grand Cempaka, sebuah hotel bintang di bilangan Senin dg tarif paling murah IDR 1400000 dan paling mahal IDR 2250000.

Sambil menunggu di Lobby, petinggi GMI seperti Bishop Amat Tumino dan Sekretaris Bishop Pdt. Samgar L. Sukasno  menyalami sebagian peserta Konta dengan ramah dan senyum. Selamat datang semua delegasi KONTA GMI Wil II….

———————————–

Pembukaan Konta 43 akan dimulai.  Sebagian peserta sudah mulai datang, walaupun peserta belum bisa masuk kamar.  Hal ini membuat peserta dari Bandar Lampung terasa “asem” karena belum bertemu air padahal sudah tidur semalaman dalam perjalanan mobil.  Namun demikian peserta nampak tetap semangat dan sabar menunggu sampai pihak hotel berbintang 4 ini akan mengizinkan sekitar 300 peserta masuk kamar.

Konperensi Tahunan 43 GMI Wilayah II ini mengusung tema “Menyembah dalam Roh dan Kebenaran” (Yohanes 4:24), dan sub tema “Melalui penyembahan yang benar, GMI Wilayah II mengalami mujizat ditengah-tengah tantangan zaman”.  Ketua Panitia Konta Bapak Drs Freddie Chandra mengharapkan kepada semua peserta agar penyembahan dalam Roh dan Kebenaran merupakan kerinduan bersama semua peserta sehingga mujizat akan terjadi dalam pelayanan di GMI Wilayah II.

Buku Panduan setebal 33 halaman ditambah sekitar 50 halaman sponsor menghantarkan peserta memasuki konperensi, demikian juga buku kedua berisi laporan-laporan dari setiap pimpinan Distrik 1, 2, 3, 4, 5 dan dari badan-badan pendukung telah dicetak rapih dan akan menjadi bahan pelototan dan perdebatan peserta Konta selama sidang-sidang.  Tata tertib Konta, yang melarang 300 peserta Konta meninggalkan Konperensi  sebelum berakhir akan mengawali pembacaan Tata tertib Konta 43.

Sesudah makan siang dengan menu pokok hotel 5 jenis, peserta mulai memasuki kamar masing-masing.  Setiap kamar yang berisi 4 orang tentunya akan menjadi kelompok doa yang bersama sama sehati berdoa agar Konta 43 dapat berjalan sesuai dengan rencana dan menghasilkan keputusan-keputusan  yang dapat menambah kemajuan Gereja Methodist di wilayah 2,  Selamat ber Konta Ria

————————————————

Shalom… selamat datang… sambil menebur senyum anak-anak sekolah Minggu GMI Jakarta Pusat menyambut kehadiran peserta Konta.  Dengan berpakaian adat Betawi karena bertepatan dengan HUT DKI Jaya ke 486, anak-anak sebagai generasi penerus gereja membangkitkan optimisme bahwa peserta Konta hendaknya menyambut Konta,  seperti anak kecil menyambut kedatangan Raja Gereja.

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.40,  jadwal ibadah pembukaan sudah dimulai, ruangan masih berisi sekitar 60 – 70 % dari kapasitas ruangan untuk total 300 peserta.  Suasana ruangan Cempaka Room yang dingin menghantarkan prosesi dua Bishop dan 6 DS untuk maju ke depan memimpin ibadah pembukaan.  Simbol  lampion khas Betawi warna warni di depan mimbar menyiratkan pesan bahwa GMI berdiri di wilayah dua Indonesia dengan tidak melupakan budaya dan kearifan lokal.

Sesudah doa pembukaan ibadah, nyanyian nan merdu anak2 SM GMI Jakarta Pusat dengan mengenakan seragam khas Betawi, menyanyikan lagu “Ondel-ondel Betawi” yang kata2nya diaransemen ulang menjadi, “haleluya umatNya memuji Tuhan selamanya”.  Solo song dari anak remaja GMI nan merdu membuat peserta Konta memuji kebesaran Tuhan….How Great Thou Art.

Sesudah pengakuan iman Niceanum, sekitar  16 hamba Tuhan wanita dan  25 hamba Tuhan pria dari Distrik 3  membahanakan koor  agar Tuhan menerima puji-pujian kami yang tunduk akan sabdaMu dan tak jemu-jemu memuja namaMu. Koor apik hamba Tuhan tentu berkat latihan serius dengan dirigen Pdt Pandu Bone, menghantarkan peserta Konta untuk fokus mempersiakan diri memasuki kotbah dan perjamuan kudus.

 

Dalam kotbahnya yang digali dari Yohanes 4:23-24,  Bishop mengingatkan apakah kita di masa lalu sedang berakting dalam ibadah, ataukah kita menyembah dalam Roh dan Kebenaran.  Bisa jadi kita hanya beraksi dan berakting dalam ibadah tetapi kita tidak memberikan dampak dalam kehidupan.  Lebih jauh Bishop Amat Tumino dengan tenang mengatakan,  apakah pembukaan ini akan memberikan dampak dalam semua acara acara Konta?   Tuhan mau kita bersikap benar, hidup kita berkata lebih kencang  drpd perbuatan, jangan munafik, hiduplah dalam roh dan kebenaran.  Apabila kita datang ke Konta hanya untuk menambah dosa maka sia sialah kehadiran kita,  marilah saling memaafkan dan tidak menaruh dendam.  Sebagai penutup kotbah singkatnya, Bishop mengajak semua peserta untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai ibadah yg sejati.  Perjamuan kudus dan doa Bapa kami menutup rangkaian upacara ibadah pembukaan Konta 43.

—————————————————

 

Dengan gagah Pdt Pandu W. Bone memimpinsegenap peserta yang memenuhi sekitar 90% dari kapasitas ruangan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang menegaskan bahwa warga gereja GMI adalah warga gereja dengan dwi kewarganegaaraan, warga dunia dan warga kerajaan sorga.  Laporan ketua panitia Bapa Freddie Chandra menyampaikan harapan agar melalui Konta dapat melaksanakan program2 yang membangun jemaat sehingga jemaat dapat aktif berpartisipasi dalam menjangkau jiwa2 baru.  Fredie Chandra mengakui bahwa penyelenggaraan Konta memakan biaya yang besar oleh karena itu peserta diajak untuk berbuat maksimal.  Dalam Konta ini juga akan diajukan petisi2 yg akan disahkan dalam Konag Oktober 2013 dalam waktu dekat ini.

Dalam Episkopal Address,  bapa Bishop mengajak segenap warga GMI agar supaya GMI semakin maju, visi lebih cepat terwujud.  Sehingga tahun yg akan datang GMI akan fokus pada penjangkauan atau misi.  Penghargaan juga diberikan kepada Pdt Samgar L. Sukasno yang telah berhasil membalik nama sertifikat tanah di Pagelaran, Lampung menjadi resmi milik GMI.   Bishop juga gembira karena perkembangan Methodist Man Camp (MMC) dan Methodist Women Camp (MWC) sudah ada 500 orang yang pernah ikut Camp ini.  Episkopal address bapa Bishop diakhiri dengan himbauan agar Tuhan dimuliakan dan kita dijauhkan dari dosa fitnah.

Sesudah sekretaris Konta mengabsensi peserta Konta yang terdiri atas Pendeta dan Warga gereja dan dinyatakan kuorum, Bishop membuka secara resmi Konta 43.

 

 

Adat Batak TIDAK Bertentangan dengan Iman Kristen

Syalom, Marga saya Pangaribuan. Lahir bukan di Bonapasogit, melainkan dibumi Parahyangan. Saya sering diundang  mengikuti acara adat adat Batak.  Hemat saya ada banyak segi positifnya mengikuti  adat Batak.  Hemat saya, banyak tata cara adat Batak yang tidak bertentangan dengan iman kristen.  Jadi kenapa takut untuk aktif ikut dalam acara adat Batak?

Jadilah dirimu sendiri dan junjunglah budaya identitas sendiri.   Horas!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.